Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang Allah SWT menghendaki kebaikan (Surga) baginya, niscaya ia dibuat pandai dalam ilmu agama." (HR. Al-Bukhari dari Muawiyah)
google search
Selasa, Mei 05, 2009
KEHANCURAN AMERIKA DI IRAQ
Kamis, April 30, 2009
Benteng Udara Al-Qassam
Hebatnya pasukan Hamas
Al-mukmin al-qawiyyu khairun wa ahabbu ilallaahi min al mukmin adz-dzaif, untuk mendownloadnya silakan klik disini
Senin, Januari 26, 2009
Israel Gagal Total, Jubir Hamas Umumkan Semangat Kemenangan di Indonesia
Perwakilan Hamas melakukan kunjungan ke negara-negara Arab dan negara Islam untuk menjelaskan kondisi perkembangan terakhir pasca gencatan senjata sepihak yang dilakukan, dan langkah apa yang akan dilakukan kedepan oleh rakyat Palestina. Juru Bicara Hamas Dr. Sami Abu Zuhair menegaskan, bahwa peperangan yang terjadi di Gaza adalah usaha Israel untuk menghentikan perlawann bangsa Palestina terhadap Israel, secara resmi tujuan utamanya adalah menghabisi Hamas.
"Kami berpendapat apa yg diinginkan oleh
Menurutnya, Hamas dengan segala kekuatannya yg dimiliki tetap berupaya untuk memperkuat pertahanan, dan sebaliknya
Karenanya dalam kesempatan itu, Sami yang juga staf khusus Perdana Menteri Ismail Haniyah itu menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh bangsa
Sebab, lanjutnya, dukungan terhadap Palestina yang diberikan oleh negara-negara Arab tidak kuat, karena pada kenyataannya masih banyak pemimpin Arab yang memberikan pernyataan negatif, meski tidak dipungkiri masih ada pula pemimpin Arab yang memberikan dukungannya.
"Kami tidak memungkiri ada penguasa negara Arab yang memberikan dukungan, itu yang membuat kami lega. Tapi secara umum, memang bangsa Arab atau pemimpin negara Arab ini tidak terlalu kuat dukungannya terhadap Palestina, tetapi kami terus berusaha untuk menguatkan diri kami untuk menguatkan perlawanan ini agar tersebar semangat kemenangan ini bukan hanya di Palestina tetapi di bangsa-bangsa Arab," tandasnya. (novel)
Sumber: eramuslim.com
Hubungan Mesra Saudi-AS Sedang Terancam
Mantan kepala intelejen Arab Saudi Pangeran Turki al-Faisal menyatakan bahwa hubungan baik antara AS dan Saudi yang selama ini terjalin erat, terancam renggang karena sikap AS tidak bersikap tegas terhadap sekutunya, Israel yang telah melakukan agresi dan pembantaian di Jalur Gaza.
Pangeran al-Faisal mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara
Dalam wawancara itu, al-Faisal mendesak Obama untuk mengubah sikapnya yang tidak adil dalam masalah Israel-Palestina. Ia meminta Obama untuk mengutuk kekejaman
"Proses perdamaian, stabilitas dan hubungan AS-Saudi akan beresiko, kecuali pemerintahan AS melakukan langkah tegas terhadap Israel guna mencegah penderitaan dan pembantaian terhadap warga Palestina," kata Pangeran al-Faisal yang pernah menjadi dubes Saudi di AS dan Inggris.
"
Ia juga mengatakan, Bush telah meninggalkan "warisan yang memuakkan" pada pemerintahan baru AS dan Bush telah berkontribusi atas pembantaian warga tak berdosa di Jalur
Pangeran al-Faisal mengatakan bahwa Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sudah menulis
"Komunike sangat penting, karena pengakuan secara de facto atas kedudukan Saudi dari pihak yang selama ini dianggap musuh oleh Saudi menunjukkan bahwa agresi Israel ke Jalur Gaza telah menyatukan seluruh kawasan, Syiah dan Sunni," papar Al-Faisal.
Sedangkan soal jihad, Pangeran Al-Faisal mengatakan, jika jihad yang menjadi pilihan akan menimbulkan kekacauan yang lebih besar di kawasan. Namun ia mengatakan tidak bisa mencegah jika ada warga negaranya yang ingin bergabung dengan masyarakat dunia untuk melakukan revolusi terhadap
Sumber: eramuslim.com
Obama Lebih Merugikan Dunia Islam
Bisa kita katakan, perbedaan antara Partai Republik dan Demokrat bagaikan perbedaan antara Partai Amal dan Partai Likud di Israel. Yaitu perbedaan antara al-dzi`bu wa al-tsa'lab (antara serigala dan musang), cuma beda namanya saja. Partai Republik berusaha meraih tujuan secara terang-terangan, menyatakan permusuhan dengan beberapa negara Islam, dan menggunakan kekerasan. Sedangkan Demokrat, juga menginginkan hasil seperti itu, tapi dengan cara yang lebih halus, melenakan, meneteskan racun di dalam madu.
Cara yang digunakan McCain lebih menguntungkan dunia Islam, karena aksi terang-terangan biasanya akan membangkitkan kekuatan umat Islam yang terpendam. Karena umat Islam menyadari mengalami bahaya, sehingga mampu mengantisipasi dan mengurangi kerugian. Sedangkan Demokrat akan menjalankan kebijakan yang sama, tapi secara halus, sehingga umat Islam akan terus dirugikan dan tidak mampu memiliki alasan kuat untuk menghadapi kerugian tersebut.
Di sisi lain, Obama akan tampil lebih loyal terhadap Israel. Misalnya, Obama tidak pernah menutup-nutupi dukungannya terhadap Israel. Ia berjanji akan menambah dukungan terhadap Israel sebesar 30 milyar dollar. Pada konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), Obama berjanji akan menjadikan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibukota Israel tanpa bisa diganggu-gugat. Obama juga mengatakan, "Israel adalah mukjizat bagi Timur Tengah." Selain itu, loyalitas Obama terhadap Israel tampak pada dukungannya terhadap penyerangan Suriah, dengan alasan bela diri Israel terhadap bahaya yang sewaktu-waktu mengancam, khususnya bahaya nuklir Suriah.
Mengenai kasus Irak, Obama akan menarik pasukan AS secara bertahap. Hal ini karena Obama sangat memahami bahwa selama ini hegemoni AS terhadap dunia semakin pudar, akibat pendudukan AS terhadap Irak yang tidak berdasarkan justifikasi kuat, di samping AS juga rugi besar di Irak. Sehingga Obama memfokuskan Afghanistan, untuk kembali berusaha meraup dukungan penuh Eropa dan dunia. Hal inilah yang tidak dilakukan oleh Bush dan Republik selama ini, karena Bush melakukan invasi di banyak wilayah, sehingga AS nyaris kehilangan dukungan Eropa dan keharmonisan dengan dunia.
Dalam menjalankan roda pemerintahan AS, rancangan kebijakan Obama tampak lebih rapi, yaitu memfokuskan Afghanistan dan Pakistan dahulu, kemudian AS berusaha mendapatkan dukungan internasional atas campur tangan di kedua negara tersebut, kemudian barulah tiba giliran Irak, Suriah, Mesir, dan negara Islam lainnya setelah itu. Rancangan inilah yang akan dijalankan oleh AS dan Zionis untuk kembali merias wajah di hadapan dunia, setelah 8 tahun carut-marut pemerintahan Bush. Hanya ini yang diinginkan AS, sedangkan Obama hanyalah korban dari strategi AS yang diarahkan Zionis. Wallâhu a'lam bi al-shawâb.
Oleh: Muhammad Yasin Jumadi, Mahasiswa Al-Azhar Mesir
Sumber: eramuslim.com
Kami Tidak Percaya Kepada Arab.. Maka Bagaimana Kami Percaya Kepada Obama?
Rakyat Gaza: Kami Tidak Percaya Kepada Arab.. Maka Bagaimana Kami Percaya Kepada Obama?
Gaza- Barangkali dunia tengah diserang demam kebahagian dan angan-angan di hadapan pelantikan Barack Obama sebagai Presiden kulit hitam pertama USA yang mengusung “Slogan Perubahan”, akan tetapi dibandingkan kepada Laila Khalil, maka sungguh hal tersebut tidak akan pernah berubah sedikitpun dari kenyataannya yang menyakitkan.
Seperti kebanyakan warga di Jalur Gaza, Laila -yang kehilangan suaminya dalam serangan (invasi) Israel di Jalur Gaza- tidak menampakkan sikap optimisme sedikit pun dengan dampak positif setelah selesai disumpahnya Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat
Laila Khalil (42 tahun) yang sedang berkabung atas gugurnya sang suami (semoga Allah Ta’ala menjadikannya sebagai syahid) di Gaza akibat serangan udara Israel mengatakan: "Obama tidak akan pernah mengembalikan suami saya Anwar yang gugur akibat pengeboman Israel, sementara saya memiliki enam orang anak yang harus saya nafkahi seorang diri, Obama juga tidak akan pernah mengembalikan rumah saya yang telah porak-poranda di kota Beit Lahiya di utara Jalur Gaza.”
"Tak seorang pun yang peduli dengan urusan kami .. Jika kami tidak percaya dengan para pemimpin Arab, maka bagaimana mungkin kami percaya kepada Presiden Amerika, sedangkan mereka selalu mendukung
Anwar gugur dalam serangan udara Israel – pada tanggal 6 Januari 2009 dekat sekolah milik Badan Bantuan untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di kamp pengungsian Jabaliya, utara Jalur Gaza - yang menewaskan 43 warga Palestina, menurut sejumlah sumber medis
Laila kembali menegaskan: "Saya telah kehilangan suami saya dan sebagian besar rumah kami beserta jendela-jendelanya telah hancur-lebur oleh roket-roket yang mendarat di rumah-rumah sekitar kami .. sedangkan saya tidak memiliki pekerjaan dan saya tidak tahu bagaimana saya akan menafkahi anak-anak saya nanti!!(ismon/Gz)
اَللَّهُمَّ صَبِّرْهُمْ وَأَبْدِلْهُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْهُمْ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ
“Ya Allah, karuniailah kesabaran kepada saudara-saudara kami kaum Muslimin di Palestina dan berilah mereka pengganti yang lebih baik wahai Rabb Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Amin.”
Sumber: alsofwah.or.id
Sabtu, Januari 17, 2009
Doa Qunut Nazilah
Di saat-saat seperti ini, ketika Palestina dihancurkan secara bertubi-tubi oleh Israel alaihim laknatullah, menjadi kewajiban setiap muslim untuk membantu mereka secara materi maupun moril. Itulah kewajiban muslim terhadap muslim yang lain. Jika ada di antara kita yang jauh dari sana, tidak bisa berangkat kesana untuk berjihad, atau tidak bisa mengirimkan bahan bantuan yang lain, minimalnya kita membantu mereka lewat doa yang tulus. Agar Allah swt memberikan pertolongan dan kemenanganNya kepada mereka. Doa buat mereka hendaknya terbacakan dalam setiap shalat kita, tepatnya dengan qunut. Itulah yang dalam Islam disebut dengan qunut nazilah. qunut ini dilakukan setiap shalat lima waktu pada setiap rakaat terakhir setelah bacaan sami`allaahu liman hamidah.
Kalau kita tidak melakukannya bersama imam, kita bisa melakukannya sendiri kalau kita tidak sedang shalat berjamaah. caranya adalah dengan membaca doa qunut biasa seperti dalam hadits, kemudian dilanjutkan dengan doa-doa yang termaktub disini. untuk Anda yang ingin mendownload doa tersebut silakan klik disini. syukran. dan jangan lupa untuk dihafalkan. wassalam.
Kamis, Januari 15, 2009
DR. Nazar Rayyan sang mujahid
DR. NAZAR RAYYAN; PENUNTUT ILMU DAN MUJAHID YANG SAYA KENAL
(Didiktekan langsung oleh Syekh DR. ‘Abdurrahman al-Barrak)
Segala puji milik Allah, shalawat dan salam untuk Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:
Maka saya memohon kepada Allah agar mengampuni Abu Bilal (DR. Nazir Rayyan-penj), menempatkannya di kelapangan surga-Nya, dan memberikan balasan terbaik untuk ibundanya, anak-anaknya, serta seluruh keluarga, saudara dan sahabatnya yang masih hidup di medan jihad…
Saya telah mengenal DR. Nazar ketika ia masih menjadi mahasiswa di Fakultas Ushuluddin di Riyadh. Ia adalah salah satu mahasiswa terbaik dalam menuntut dan mencari ilmu, ditambah lagi dengan adab dan sejarah hidupnya yang baik. Beliau kemudian melanjutkan perjalanan ilmiahnya hingga mencapai gelar doktor dalam ilmu-ilmu syar’i.
Namun disamping perjalanan ilmiahnya itu, ia sangat berkeinginan untuk menjadi seorang prajurit dalam jihad melawan musuh-musuh Allah, kaum Yahudi yang zhalim dan menduduki tanah al-Quds dan Palestina negeri Islam. Maka ia dan keluarganya pun termasuk orang yang menjadikan jihad melawan kaum Yahudi sebagai obsesi dan cita-cita terpenting mereka, yang menjadi titik tolak untuk berjihad menegakkan kalimat Allah.
Ia telah mempersembahkan salah seorang putranya yang kemudian terbunuh di tangan orang-orang Yahudi sebagai seorang mujahid. Dan Abu Bilal tak pernah berhenti menjalani jalan ini hingga akhirnya ia menjadi salah seorang pemimpin mujahidin yang selalu bersabar menghadapi ujian, (khususnya) apa yang terjadi akibat blokade Yahudi terhadap Gaza dua tahun terakhir ini.
Namun, meski ujian yang mereka hadapi demikian besar-baik berupa blokade dan penghancuran-, mereka tetaplah orang-orang yang istimewa dengan keteguhan dan ketegaran mereka. Duhai, Maha suci Allah yang telah meneguhkan jiwa-jiwa mereka di hadapan peperangan dan musibah yang sangat berat ini.
Dan salah satu peristiwa “menarik” dan menakjubkan-yang tentu saja terjadi dengan takdir Allah-, bahwa beliau sempat menelpon saya di penghujung hari tepat 24 jam sebelum peristiwa yang menimpanya. Pembicaraan dengannya berlangsung lebih dari seperempat jam. Ia menggambarkan kepada saya beban yang dialami oleh penduduk Gaza; kelaparan dan ketakutan. Sampai ia mengatakan kepada saya: “Sungguh sekarang ini sedang terasa rumah dan bumi sedang bergetar!” (Nampaknya saat beliau menelpon, sedang terjadi bombardir terhadap wilayah Gaza-penj). Tapi saya sungguh takjub dari cara pembicaraannya di telpon, karena meski mereka sedang dalam kondisi demikian, namun karena keteguhannya peristiwa itu sama sekali tidak mempengaruhi nada bicaranya. Maka saya pun mendoakannya dan juga untuk saudara-saudaranya penduduk Gaza agar Allah memberikan tambahan kesabaran dan keteguhan kepada mereka, agar Ia segera menyingkapkan tabir cobaan ini dari mereka.
Hingga akhirnya, sampai kepada kami berita gempuran bom Yahudi yang menimpa rumahnya, yang kemudian mengakibatknya kematiannya dan kematian sebagian besar keluarganya. Kami memohon kepada Allah agar mengantarkan mereka ke tempat para Syuhada’, meliputi mereka semua dengan rahmat dan ampunan-Nya, melipur lara kesedihan ibundanya dengan putra-putranya yang masih hidup, dan menjadikan mereka sebagai keturunan yang shalih sepeninggalnya.
Sungguh, peristiwa ini menimbulkan kesedihan yang sangat dalam dalam diri saya. Apalagi belum lama saya baru saja berbicara dengannya. Duhai, betapa dekatnya jarak antara dunia dan akhirat.
Kita memohon kepada Allah agar mengaruniakan kehidupan yang thayyibah untuk kita semua, meneguhkan kita di atas agama-Nya, menyingkapkan musibah ini dari penduduk Gaza dan dari seluruh kaum yang terzhalimi dan mustadh’afin dari kaum muslimin.
Dan semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam untuk Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.
(Judul asli: al-Duktur Nazar Rayyan, ‘Araftuhu Thaliban wa ‘Araftuhu Mujahidan, dari situs www.almuslim.net , situs resmi Syekh Prof.Dr. Nashir al-‘Umar)
Buat Para Mujahid yang akanberangkat ke bumi Palestina
Saudara-saudaraku, Para Mujahid!
Jika hari ini engkau telah memancangkan tekad untuk berangkat ke Bumi al-Quds, maka…
1. Mulai hari ini, tekunlah meluruskan Tauhidmu, memperbaiki keikhlasan niatmu, dan membersihkan tautan-tautan hidupmu pada selain Allah. Tidak ada lagi jimat, tidak ada lagi istighatsah, tabarruk kepada selain Allah, tidak ada lagi kesyirikan apa pun dalam hidupmu. Keyakinan seperti inilah yang akan menjadi sumber kekuatan paling dahsyatmu untuk kembali ke Bumi al-Quds…karena engkau bersandar kepada satu-satunya Dzat yang Mahakuat, yaitu Allah Azza wa Jalla.
2. Mulai hari ini, sematkanlah segala kemahasempurnaan dan kemahatinggian kepada setiap nama dan sifat Allah Ta’ala, baik yang engkau temukan dalam al-Qur’an maupun sunnah Nabi-Nya…Jangan lagi engkau takwilkan atau selewengkan maknanya, karena mengingat seluruh keMahasempurnaan-Nya akan memberikanmu kekuatan yang tak pernah engkau duga sebelumnya, saat engkau menjejakkan kakimu di Tanah al-Quds…
Ingatlah, saudaraku, melalui jalan ini, kita semua berharap dapat menyaksikan langsung Wajah Allah Azza wa Jalla yang selama ini kita sembah di dalam Surga-Nya…Sungguh, aku tak sabar menanti hari itu…
3. Mulai hari ini, periksalah kembali sunnah-sunnah Nabimu yang selama ini engkau abaikan: sunnahnya dalam aqidah, dalam ibadah, dalam muamalah dan akhlaq…Tidak! Perjuangan ini adalah untuk menegakkan Kalimah Allah. Dan itu tak mungkin terwujud dengan mengabaikan dan meremehkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bukankah melalui jalan jihad ini engkau ingin berjumpa dengan Sang Nabi di dalam surga?
4. Mulai hari ini, bukalah kembali lembar-lembar sejarah para al-Salaf al-Shaleh rahimahumullah. Karena merekalah para mujahid sejati. Merekalah para tentara Allah yang akan terus menjadi teladan dan qudwah bagi seluruh mujahid hingga akhir zaman. Pelajari kembali seluruh sisi kehidupan mereka, lalu teladani dalam hidupmu. Catatlah dalam hati dan pikiranmu, bahwa perjalananmu ke Bumi al-Quds akan berakhir dengan perjumpaan bersama mereka di Surga...Karena itu, jadilah seorang salafy (pengikut salaf) sejati yang meneladani mereka dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk jihad dan kepedulian terhadap sesama kaum muslimin di mana pun mereka berada!
5. Karena itu semua, maka cita-cita mulia untuk kembali ke al-Quds jangan membuatmu tinggal diam berkhayal dan berangan-angan: “Kapan aku akan berangkat?”, lalu meninggalkan majelis-majelis ilmu dan tarbiyah!
Tidak, saudaraku…Jalan ini adalah jalan orang-orang yang bersabar, bukan jalan orang-orang yang selalu tergesa-gesa. Karena itu, cita-cita mulia ini harus semakin memompa semangatmu untuk terus belajar, terus bertarbiyah, terus menghadiri majelis-majelis ilmu, dan terus bertafaqquh fid-din…hingga akhirnya tiba hari itu, dimana Allah memilihmu untuk berangkat bersama kafilah para mujahid…ke sana, ke bumi Allah bernama AL-QUDS, insya Allah!
6. Mulai hari ini, tekunlah beribadah, menangislah dalam shalatmu, menangislah dalam doamu, menangislah dalam tilawahmu, menangislah karena takut pada Allah…Banyaklah menangis pada-Nya, karena itu akan memberi kita kekuatan luar biasa untuk kembali ke Bumi al-Quds! Itu akan memberimu energi dahsyat untuk mengusir penjajah Zionis satu per satu keluar dari Tanah Suci kita itu…Ketahuilah, tanpa tangisan yang ikhlas dan penuh ta’zhim pada-Nya, engkau tak akan peroleh kekuatan dahsyat itu, meski seluruh dunia memberikan bantuan persenjataan paling canggih kepadamu…
Kiranya itu sajalah dulu pesanku untuk diriku sendiri dan untuk para mujahid perindu syahid di mana pun mereka berada. Jangan pernah padam semangat jihad dalam dadamu, meski kelak Allah menakdirkanmu meninggalkan dunia fana ini dari atas pembaringanmu di sisi anak dan istrimu. Jangan pernah padam, saudaraku!
Semoga kelak kita berjumpa di Bumi al-Quds, sujud bersama di sana menghadap Allah, atau kalau tidak sempat, semoga kita bertemu di dalam Jannah-Nya…amin, amin, amin…
Makassar, 15 Muharram 1430 H
Akhukum al-Faqir al-Haqir,
Abul Miqdad al-Madany
www.abul-miqdad.blogspot.com
MESIR: Paus Orthodoks Copti Larang Pemuda Copti Kawini Wanita Anglican!!
Paus Shenouda III, paus Iskandaria dan kepala keuskupan keluarga Santo Markus mengajak bangsa Qibthi (Copti) untuk tidak melakukan rahasia pengakuan gereja terhadap jemaat melalui internet atau telepon.
Dalam ceramah mingguannya di gereja katedral orthodoks Copti di Abbasia, paus mengatakna, “Sesungguhnya pengakuan melalui internet tidak akan menjadi pengakuan, sebab semua orang akan mengetahuinya dan tidak lagi menjadi rahasia. Demikian juga, pengakuan melalui telepon harus ditolak, sebab bisa ada kemungkinan telepon itu disadap dan pengakuan-pengakuan itu sampai kepada aparat keamanan negara.”
Ketika menanggapi seberapa jauh legalitas dana investasi di pasar saham, pemimpin bangsa Qibthi di Mesir itu mengatakan, dirinya tidak tahu aturan main pasar bursa dan tidak pernah mempelajarinya. Oleh karena itu, ia tidak dapat memberikan pendapatnya seputar hal itu.
Pesan Paus Qibthi Kepada Pemuda Orthodoks
Kepada para pemuda, paus berpesan agar mereka tidak menikah dengan wanita penganut aliran Anglicana. Ia menyarankan mereka agar tetap menjalin hubungan perkawinan dengan wanita-wanita Qitthi. Ia mengatakan, “Saya tidak menyarankan para pemuda menikahi wanita penganut aliran Anglicana. Seharusnya kedua pasangan sealiran agar kamu dapat berpuasa sesama kamu, berbuka dan beribadah sama-sama. Kamu tidak mungkin dapat berpuasa hari Rabu dan Jum’at sementara dia tidak meyakini itu. Yang penting wanita yang ingin kamu jalin pernikahan itu adalha wanita Ortodoks sehingga serasi denganmu dalam menjalani kehidpan rumah tangga.”
Ia juga menafikan adanya apa yang disebut ‘sihir hitam’ yang dapat menyakiti manusia dan menyebabkan kematiannya. Ia menganggap hal itu hanya ada di masa lalu, dan sejak datangnya al-Masih dengan apa yang disebut ‘perjanjian baru,’ hal itu tidak lagi memungkinkan. (ismo/AS)
Diwawancara “Wall Street Journal,” BUSH Ngaku Perang IRAQ Ideologis!!

Surat kabar “Wall Street Journal,” mengadakan wawancara dengan presiden Amerika yang sebentar lagi akan turun ke prabon, George W Bush. Dalam wawancara itu, Bush berbicara tentang catatannya selama menjadi presiden. Ia membela agenda-agenda demokrasinya dan menilai perang Iraq sebagai peletakan batu pertama bagi kebijakan yang lebih luas untuk melayani “agenda kebebasan” di timur tengah. Ia juga memuji kebijakan campur tangannya dalam urusan ekonomi yang diambilnya dan mengaku gagal dalam melengkapi rencana-rencana khususnya yang berkaitan dengan jaminan sosial dan imigrasi.
Kimberley any Strassl, sang pewawancara mengatakan, Bush tampak optimistis dan merasa nyaman dengan kebijakan-kebijakan lamanya serta merasa yakin dengan masa depan. Pewawancara itu menyiratkan, Bush telah menyinggung sejumlah prestasi dengan menyebutnya sebagai buah prestasi pribadinya, termasuk reformasi di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia juga mengungkapkan rasa bangganya karena telah berhasil mengurangi pungutan pajak, memerangi protektionisme dan menyugesti perdagangan bebas.
Bush menolak untuk mengakui bahwa perbaikan jaminan sosial merupakan korban dari perang Iraq. Ia menganggap langkah-langkahnya terkait dengan sektor ini belum lagi terlaksana karena badan legislatif lebih cenderung untuk menghindari resiko sebab melakukan restrukturisasi dan memperbaiki jaminan sosial menuntut resiko tinggi. Lagi pula –katanya-, menuntut kepada kongres agar menyikapi masalah yang tidak begitu penting sangat sulit dilakukan.
Surat kabar itu juga mengatakan, Bush masih menolak untuk mengakui bahwa persoalan anggaran yang dihadapi pemerintahannya merujuk kepada tingginya biaya pertahanan. Ia mengatakan, “Persoalan saya adalah dengan anggaran. Pertama, saya telah berjanji kepada ibu-ibu, bapak-bapak, para suami-isteri dan anak-anak bahwa orang-orang yang mereka kasihi di medan perang itu akan mendapatkan setiap apa yang diperlukan. Saya menolak solusi menengah terkait masalah militer.”
Bila lemahnya anggaran secara parsial merujuk kepada kebijakan campur tangan secara finansial yang diterapkan Bush di masa akhir pemerintahannya -seperti yang dikatakan surat kabar itu-, maka presiden Amerika yang jabatannya sebentar lagi akan berakhir ini menjelaskan dalam wawancaranya yang lain di mana ia masih yakin bahwa campur tangan itu “amatlah diperlukan untuk melindungi runtuhnya perekonomian dan menjaga sistem pasar bebas.”
Seperti yang dikatakan Wall Street Journal, karena perang Iraq merupakan salah satu yang istimewa selama masa pemerintahan Bush, maka ia masih menganggapnya sebagai “peletakan batu pertama bagi kebijakan yang lebih universal untuk menyebarkan kebebasan di timur tengah.”
Bush mengatakan, agenda-agendanya tersebut sukses dan ia masih yakin bahwa sekalipun kebanyakan orang menilainya picisan dan terlalu ideal, hanya saja itulah satu-satunya sarana praktis dalam memberikan rasa aman untuk rentang waktu yang lama.
Ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa kawasan timur tengah sudah memasuki fase baru dan akan terus berjalan seperti itu selama Amerika tidak mengulur-ulur upaya internasionalisasi kebebasan.
Ketika menjawab pertanyaan yang diajukan surat kabar itu, “Bukankah akan lebih mudah bagi anda mengganti mantan presiden Iraq dengan orang yang lebih kuat.?” Bush mengatakan, dirinya menyadari sejak awal bahwa “pertarungan itu adalah ideologis, dan anda tidak mungkin menang dalam pertarungan-pertarungan ideologis itu dengan cara menggantikan orang baru yang lebih kuat dari yang lama.”
Dalam wawancara lainnya dengan surat kabar “The Washington Times,” ia menegaskan gagasan ini. Ia mengatakan, “Perang Iraq adalah perang yang sangat sulit, memerlukan banyak kerja keras untuk meyakinkan orang bahwa ia adalah perang. Padahal realitasnya ia adalah pertarungan ideologis.!!”
Dan saat surat kabar “Wall Street Journal” menanyakan tentang apa yang amat ingin ia lakukan setelah keluar dari gedung putih nanti, Bush mengatakan, “Posisi sebagai panglima tertinggi.” Sedangkan tentang pelajaran apa yang ia dapatkan selama menjadi presiden, ia mengatakan, “Aku mendapatkan pelajaran bahwa Tuhan Maha Mulia dalam setiap waktu.!!” (almkhtsr/Aljzr/AHS)
Sumber: alsofwah.or.id
WN ARAB SAUDI Tawar Sepatu ‘Penimpuk’ G W Bush 10 Juta Dolar US!!

Seorang WN Arab Saudi dari propinsi Aseer menawarkan untuk membeli sepatu wartawan Iraq yang telah menghebohkan dunia karena melempari seorang presiden Amerika yang ‘kadung’ dibenci banyak pihak dengan harga 10 juta dolar US.!!
Orang itu yang diketahui bernama Hasan Muhammad Makhafa dalam keterangan persnya kepada situs al Arabiya.net mengatakan, dirinya memiliki sejumlah bisnis properti dan banyak tanah di propinsi Aseer yang terletak di kawasan barat daya Arab Saudi yang nilai jualnya melebihi nilai yang ditawarkannya tersebut.
Ia menambahkan, dirinya sudah membuka lelang untuk hal itu yang disebutnya “Sabuk Kebebasan,” bukan Sepatu. Para tokoh masyarakat kabilahnya telah menyatakan solidaritas mereka terhadapnya dan ikut andil dalam upaya membeli sepatu itu sekalipun harganya dalam lelang nanti lebih besar dari itu.
Seperti diketahui, wartawan asal IRAQ untuk Baghdad TV yang ditransmisikan dari Kairo, yang juga memiliki sejulah studio di Baghdad itu, Muntazhir Al Zaidi telah menanti kesempatan konferensi pers presiden W Bush dan PM Iraq, Noori Al Maliki di Baghdad Saat itu, ia melemparkan sepasang sepatunya satu per satu ke arah pemimpin AS itu.
WN Arab Saudi Anggap Sepatu Al Zaidi Lebih Berharga Dari Semua Hartanya
WN Arab Saudi, Makhafa, yang sudah berumur 60 tahun dan juga seorang mantan guru SD mengatakan, uang yang ia tawarkan itu sudah siap, dan ia akan menyerahkannya sebagai imbalan atas sepatu yang ia nilai harganya lebih tinggi ketimbang semua bisnis properti dan harta benda yang dimilikinya. Setelah itu nanti, ia akan mewariskannya kepada anak-anaknya agar menjadi monumen wisata dengan nama “Sabuk Kebebasan.”
Ia juga menjelaskan, dirinya sangat yakin sepatu itu akan dapat mengganti harga puluhan juta dolar itu. Namun ia mengaku tidak melihat masalah tersebut hanya dari sudut bisnis semata. Ia lebih melihatnya sebagai bentuk mengembalikan harga diri bangsa Arab yang sempat luluh-lantak karena dikotori oleh pemerintah Amerika saat ini melalui penjajahan terhadap sejumlah kawasan Arab dan Islam seperti Iraq dan Afghanistan serta pembunuhan yang dalam jumlah besar terhadap orang-orang yang tak berdosa.
Hasan Makhafa menyiratkan akan membuka lelang dengan harga 10 juta dolar di situs Aseer Club yang diasuhnya. Demikian juga melalui puluhan kotak pos dan emal pribadi. Ia sudah menerima banyak surat dukungan dan pendaftaran untuk ikut andil dari para tokoh terkemuka kabilahnya dan sejumlah tokoh di dunia Arab. (ismo/AS)
Tragedi Mumbai dan Yahudi
Pasca Tragedi MUMBAI, Penulis AMERIKA Berdarah YAHUDI Serukan Bunuh Kaum Sipil Muslim!!
Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) mengeritik statement-statement penulis Amerika berdarah Yahudi, Lawrenz Kollack yang memprovokasi pembunuhan terhadap kaum sipil Muslim.
Direktur urusan kemasyarakatan CAIR untuk distrik
Dalam keterangannya, ia menambahkan, “Seruan-seruan untuk melakukan kekerasan terhadap kaum sipil yang tak berdosa dari agama mana pun hendaknya ditolak secara total dan dikecam oleh kalangan agamawan.” Ia mengajak para pemimpin Yahudi di
Dalam artikel yang dipublikasikan
Kollack menambahkan, “Umat Islam meyakini tafsir litterlejt (secara harfiah) terhadap keyakinan Taurat yang khusus berkenaan dengan ‘Mata dibalas dengan mata.’ (sebagaimana bunyi ayat 45
Sumber: alsofwah.or.id
Venezuela Usir Duta Besar Israel

Venezuela usir Duta Besar Israel untuk Negaranya beserta enam orang stafnya dari kedutaan Israel di Caracas, sebagai aksi protes terhadap agresi Israel di Gaza dan sebagai bentuk solidaritas pada rakyat Palestina. Menteri Luar Negri
Sumber: alsofwah.or.id
Israel pengecut, beraninya lempar batu sembunyi tangan

PALESTINA: Kebiadaban ZIONIS ISRAEL, Masjid-Masjid Dan Rumah Warga Sipil Jadi Sasaran!!
Di awal tahuh hijriah ini, umat Islam Palestina, secara khusus dan umat Islam dunia secara umum dihadiahi ‘kado bom’ oleh negara Zionis. Watak Zionis Israel yang tercermin dalam kitab suci umat Islam semakin nyata kebenarannya. Watak culas, khianat, dan bengis dipertunjukkan kepada publik dunia.
Seperti dirilis situs terkenal di timur tengan, islamtoday, pimpinan militer Zionis mengklaim menghindari sasaran sipil. Namun kenyataannya berkata lain. sejumlah masjid, rumah-rumah penduduk, rumah sakit bahkan universitas Islam di jalur Gaza tak luput dari sasaran kebiadabannya. Sementara jumlah korban syahid (insya Allah-red) pada hari ketiga ini telah mencapai 350 orang dan 1700 lainnya menderita luka-luka.
Sejumlah sumber mengatakan, tindak kriminal yang dilakukan negara Zionis terhadap jalur Gaza itu menghantam sasaran yang beragam, mulai dari rumah-rumah penduduk sipil, para pejuang Palestina, lembaga-lembaga sosial hingga kantor-kantor pemerintahan HAMAS.
Serangan Senin, kemarin juga telah menewaskan delapan bocah. Seorang ibu dan lima orang putranya yang masih kecil juga menjadi korban pagi hari dalam pemboman terhadap masjid ‘asy-Syahid Imad ‘Aql,’ di Jabalia, sebelah utara jalur Gaza.
Sementara tiga orang bocah lainnya juga tewas dalam pemboman yang dilakukan Zionis terhadap rumah salah seorang pemimpin pasukan terlatih HAMAS, brigade al Qassam, Raed al Aththar di Rafah, selatan jalur Gaza.
HAMAS menyebutkan, 180 orang anggotanya dibunuh sedangkan di antara para korban terbunuh lainnya yang jumlahnya mencapai 300 orang, ada warga sipil; 16 wanita dan sejumlah bocah.
Terkait aksi brutal Zionis tersebut, organisasi bantuan dunia dan perlindungan para pengungsi Palestina (UNRWA) yang bernaung di bawah payung PBB, mengatakan, sekurang-kurangnya 57 warga sipil Palestina terbunuh dalam serangan udara yang dilancarkan Zionis sejak hari Sabtu lalu.
Juru bicara UNRWA, Christopher Gunness, Senin kemarin mengatakan, “Perkiraan ini masih fluktuatif, dan dipastikan akan terus bertambah.” Dalam hal ini, ia menyiratkan bahwa perkiraan itu mengacu kepada sejumlah kunjungan para pejabat UNRWA ke rumah-rumah sakit dan pusat-pusat pengobatan di jalur Gaza.
Dalam pada itu, lima orang pejuang dari gerakan Jihad Islam gugur dalam sebuah serangan udara ISRAEL yang membidik sebuah rumah di jalur Gaza.
Brigade al Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam mengatakan, “Serangan yang terjadi di Absan, sebelah timur Khan Yunus itu telah menyebabkan gugurnya pemimpin besar, Ziyad al Abd, Abu Thair, 36 tahun dan saudara kandungnya di brigade ini, Yasir Abu Thair dan putranya, Muhannad, di samping beberapa aktifis, seperti Muhammad Jalal Abu Thair dan Muhammad al Fara. (ismo/AH)
Sumber: alsofwah.or.id
Fatwa ulama` Saudi agar kaum muslimin membantu saudara-saudaranya di Gaza
Komite Fatwa Saudi Seru Kaum Muslimin Untuk Membantu Saudara-saudara Mereka di Gaza.
Komite tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa Kerajaaan Arab Saudi Seru kaum muslimin untuk berjuang dan bekerjasama dengan saudara-saudara mereka umat Islam Palestina, membantu mereka dan berjihad demi memberantas dan menghentikan kezhaliman terhadap mereka dalam bentuk apapun yang memungkinkan sebagai bentuk realisasi persaudaraan Islam dan ikatan iman.
Komite mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Sesungguhnya Kami turut berduka cita atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kami di Palestina khususnya di Jalur Gaza dari kezhaliman (agresi) tersebut, yang menyebabkan terbunuhnya anak-anak kecil, para wanita, dan orang-orang tua, merusak kehormatan, melululantahkan rumah-rumah dan bangunan-bangunan, serta mengancam dan meneror stabilitas keamanan rakyat Palestina. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu adalah tindakan biadab dan kezhaliman terhadap hak bangsa Palestina.
Komite menambahkan, “Peristiwa tragis ini mewajibkan kaum muslimin untuk turut berjuang dan bekerjasa sama dengan saudara-saudara mereka rakyat Palestina, serta membantu mereka dan berjihad demi memberantas kezhaliman terhadap mereka dalam bentuk apapun yang memungkinkan sebagai bentuk realisasi persaudaraan Islam dan ikatan iman.
Pernyataan Komite Saudi ini menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah Bantuan yang mencakup semua perkara semaksimal mungkin dan dengan tetap melihat situasi dan kondisi, baik dalam bentuk materi maupun immateri, baik bantuan itu datang dari kaum muslimin secara umum berupa uang, makanan, obat-obatan, pakaian dan lain-lain ataupun bantuan dari Negara-negara Islam Arab dengan memfasilitasi akses sehingga bantuan-bantuan tersebut sampai kepada mereka, serta turut mendukung sikap-sikap yang berpihak kepada mereka dan membantu urusan-urusan mereka dalam forum-forum, asosiasi-asosiasi, dan konferensi-konferensi baik Internasional maupun nasional. Karena hal tersebut merupakan sikap saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Lebih lanjut, Komite ini menerangkan, “Kami juga menyeru untuk memberikan nasihat kepada mereka dan menunjukki mereka kepada hal yang mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan mereka. Dan yang lebih utama dari itu adalah mendoakan untuk mereka dalam setiap waktu agar diangkat musibah yang menimpa mereka dan untuk kemaslahatan kondisi mereka, kebenaran perbuatan dan ucapan mereka.”
Komite Saudi juga mewasiatkan, “kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, hendaklah bertakwa kepada Allah Ta’ala dan kembali kepadaNya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka untuk bersatu di atas al-Haq (kebenaran) dan meninggalkan perpecahan dan perselihan, serta tidak memberikan kesempatan kepada musuh untuk menambah kezhaliman dan penindasan mereka.
Komite Tetap Saudi ini juga menyeru kepada Para Ulama dan masyarakat dunia secara umum untuk memikirkan dan melihat peristiwa ini dengan pikiran yang jernih dan tetap bersikap adil untuk memberikan hak-hak bangsa Palestina, dan demi memberantas kezhaliman terhadapnya sampai mereka dapat hidup dengan kemuliaan. Dan pada waktu yang sama, kami berterima kasih kepada semua yang turut berpartisipasi dalam mengulurkan bantuan kepada mereka, baik negara maupun individu.”
Ini adalah teks asli Fatwa Komite tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa Kerajaaan Arab Saudi tersebut:
الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه ، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد:
Komite tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa Kerajaaan Arab Saudi turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara kami di Palestina khususnya di Jalur Gaza dari kezhaliman (agresi) tersebut yang menyebabkan terbunuhnya anak-anak kecil, para wanita, dan orang-orang tua, merusak kehormatan, melululantakan rumah-rumah dan bangunan-bangunan, serta mengancam dan meneror stabilitas keamanan. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu adalah tindakan biadab dan kezaliman terhadap hak bangsa Palestina.
Peristiwa tragis ini mewajibkan kaum muslimin untuk turut berjuang dan bekerjasa sama dengan saudara-saudara mereka rakyat Palestina, membantu mereka dan berjihad demi memberantas dan menghentikan kezhaliman terhadap mereka dalam bentuk apapun yang memungkinkan sebagai bentuk realisasi persaudaraan Islam dan ikatan iman. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (Al-Hujurat: 10). Dan Juga FirmanNya, “Dan orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan sebagian mereka adalah pemimpin atas sebagian lainnya.” (At-Taubah: 71). Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Orang yang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan sebuah bangunan yang sebagiannya saling mengokohkan sebagian yang lain, dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam (mengisyaratkan dengan) merapatkan jari jemari beliau.” (Muttafaq ‘alaih). Dan beliau shallallah ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Perumpamaan orang mukmin di dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah bagaikan satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh tersebut merasa sakit, maka seluruh tubuh pun ikut merasakannya dengan demam dan tidak bisa tidur.” (Muttafaq ‘alaih). Juga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, maka janganlah dia menzhaliminya, melecehkannya, dan tidak menyerahkannya (kepada musuh), serta tidak menghinanya.” (HR. Muslim).
Adapun bantuan yang dapat diberikan adalah Bantuan yang mencakup semua urusan dengan semaksimal mungkin dan dengan tetap melihat situasi dan kondisi, baik dalam bentuk materi maupun immateri, baik bantuan yang datang dari kaum muslimin secara umum berupa uang, makanan, obat-obatan, pakaian dan lain-lain ataupun bantuan dari Negara-negara Islam Arab dengan memfasilitasi akses sehingga bantuan-bantuan tersebut sampai kepada mereka, serta turut mendukung sikap-sikap yang berpihak kepada mereka dan membantu urusan-urusan mereka dalam forum-forum, asosiasi-asosiasi, dan konferensi-konferensi baik Internasional maupun Nasional. Karena hal tersebut sikap saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan sebagaimana yang diperintahkan dalam firman Allah Ta’ala, “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa.” (Al-Maidah:2).
Dan diantaranya juga (menyeru) untuk memberikan nasihat kepada mereka dan menunjukki mereka kepada hal yang mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan mereka. Dan yang lebih utama dari itu adalah mendoakan untuk mereka dalam setiap waktu agar diangkat musibah yang menimpa mereka dan untuk kemaslahatan kondisi mereka, kebaikan perbuatan dan ucapan mereka.
Demikian, kami juga mewasiatkan, “kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, hendaklah bertakwa kepada Allah swt dan kembali kepadaNya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka untuk bersatu di atas al-Haq (kebenaran) dan meninggalkan perpecahan dan perselihan, serta tidak memberikan kesempatan kepada musuh untuk menambah kezhaliman dan penindasan mereka.
Dan kami juga menghimbau saudara-saudara kami untuk melakukan usaha-usaha yang dapat mengentaskan kezhaliman di negeri mereka dengan mengikhlaskan amal hanya untuk Allah Ta’ala dan mencari ridhaNya semata, dan memohon pertolongan dengan sabar dan shalat, serta bermusyarawah dengan para ulama, para cendikiawan, dan orang-orang yang bijak dalam semua urusan mereka, maka demikian itulah yang dapat mendatangkan taufik dan kebaikan.
Sebagaimana kita juga menyeru kepada Para Ulama dan masyarakat dunia secara umum untuk memikirkan dan melihat peristiwa ini dengan pikiran yang jernih dan tetap bersikap adil untuk memberikan hak-hak bangsa Palestina, dan demi memberantas kezhaliman terhadapnya sampai mereka dapat hidup dalam kemuliaan. Dan pada waktu yang sama, kami berterima kasih kepada semua yang turut berpartisipasi dalam mengulurkan bantuan kepada mereka, baik negara maupun individu.”
نسأل الله بأسمائه الحسنى وصفاته العلا أن يكشف الغمة عن هذه الأمة ، وأن يعز دينه ، ويعلي كلمته وأن ينصر أولياءه ، وأن يخذل أعداءه ، وأن يجعل كيدهم في نحورهم ، وأن يكفي المسلمين شرهم ، إنه ولي ذلك والقادر عليه.
Kami memohon kepada Allah Ta’ala dengan nama-nama Allah yang Maha Mulia (baik) dan sifat-sifatNya yang Maha Agung agar menghilangkan kesengsaraan umat ini, memuliakan agamaNya, meninggikan kalimatNya, menolong wali-waliNya, dan menghinakan musuh-musuhNya, serta menolak dan mengembalikan tipu muslihat mereka kepada mereka, dan menjaga kaum muslimin dari kejahatan mereka, sesungguhnya Dia Maha Penolong akan hal itu dan lagi Maha Kuasa atasnya.
Shalawat dan salam semoga Allah Ta’ala curahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya, serta orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.
Yang Mulia Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi
Ketua Perkumpulan Ulama-Ulama Besar Terkemuka
(Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh)
Anggota Komite tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa Kerajaaan Arab Saudi
(istod/as)
Syaikh Ibnu Jibrin Seru Presiden Mesir untuk Membantu Penduduk Gaza
Syaikh Ibnu Jibrin Seru Presiden Mesir untuk Membantu Penduduk Gaza
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin (Mantan Anggota Komite Tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa) Seru Presiden Mesir Husni Mubarok untuk membantu penduduk
Syaikh mengatakan dalam sebuah pernyataan – sebagaimana yang dilansir Islam Today foundation, “Sesungguhnya ini merupakan kewajiban dan tugas Presiden Mesir untuk membantu Penduduk Gaza, walaupun sekedar menerima para pengungsi yang lari dari pembunuhan dan siksaan, dan memberikan perawatan untuk korban luka-luka, serta bantuan finansial jika memungkinkan dengan asumsi bahwa wajib atas Kaum Muslimin membantu dan menunjukkan belas kasihan terhadap saudara-saudara mereka."
Syaikh Ibnu Jibrin kembali menegaskan bahwa Mesir memiliki responsibility (tanggung jawab) yang besar terhadap rakyat
Syaikh juga Menyeru umat Islam untuk saling bahu membahu dan bersatu, serta saling membantu satu sama lain. Semoga ini menjadi penyebab kekuatan Islam dan umat Islam, serta kekalahan musuh-musuh Islam dan mengusir mereka sampai mereka tidak dapat mengalahkan dan menghinakan umat Islam.
Adapun Pernyataan Aslinya sebagai berikut:
Nasihat Umum Kepada Presiden Husni Mubarak Untuk Mendukung Rakyat Gaza
Nasihat ini kami layangkan untuk Presiden Negara Arab Islam Mesir yang berisi wasiat agar berbelas kasih kepada Islam dan Umat Islam.
الحمد لله رب العالمين، الرحمن الرحيم، ونصلي ونسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين وبعد...
Nasihat ini kami layangkan untuk Presiden Negara Arab Islam Mesir yang berisi wasiat agar berbelas kasih kepada Islam dan Umat Islam. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala menyifati diriNya dengan“Yang Maha Penyayang/ Maha Belas Kasih” dan sebagaimana NabiNya Shallallahu ‘alaihi wasallam menyifatiNya demikian. Dan Dia Ta’ala menghimbau hamba-hambaNya untuk saling menyayangi di antara mereka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
الراحمون يرحمهم الرحمن ، «ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء
“Orang-orang yang penyayang, niscaya mereka akan disayangi Allah Yang Maha Penyayang, Sayangilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh al-Albani). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,
مثل المؤمنين في توادِّهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد، إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى
“Perumpamaan orang mukmin di dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah bagaikan satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh tersebut merasa sakit, maka seluruh tubuh pun ikut merasakannya dengan demam dan tidak bisa tidur.” (Muttafaq ‘alaih).
Dan karena saudara-saudara kita Umat Islam Palestina di Jalur
Khadim al-Haramain Raja Saudi Abdullah Ali Saud dan putera mahkota Sultan bin Abdul Aziz juga telah memberikan sumbangan sebesar 40 juta riyal untuk bantuan saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana, dan juga turut menggalang dana bantuan dari para warga, lebih dari sembilan juta riyal Saudi (untuk disumbangkan, red.).
Begitu juga wajib atas kaum Muslimin menunjukkan belas kasihan terhadap saudara-saudara mereka, menjalin hubungan dan membantu mereka. Maka Mesir mempunyai tanggung jawab yang besar, karena mereka bertetangga, dan mereka merupakan bagian dari Negara Arab Islam. Dan sesungguhnya mereka tidak akan mengungsi ke Mesir kecuali untuk menyelamatkan diri dari penindasan dan pembunuhan tersebut. Maka bantuan yang diharapkan dari Presiden Mesir adalah menerima dan menyelamatkan mereka dari pembunuhan dan kezaliman yang sangat kejam sebagai rasa belas kasihnya dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Sesungguhnya rasa belas kasih tidak akan hilang/ tercabut kecuali dari hati yang sakit.
Maka beginilah seharusnya keadaan kaum Muslimin seperti yang digambarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya,
المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضً
“Orang yang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan sebuah bangunan yang sebagiannya saling mengokohkan sebagian yang lain” (Muttafaq ‘alaih).
Dan jika beliau menerima dan meringankan kesulitan dan beban mereka yang begitu besar, maka tentu baginya pahala yang besar. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (Al-Maidah: 32)
Dan blockade terhadap mereka menambah pedih siksaan bagi mereka yang mengalami bencana tersebut dari Agresor Yahudi – Semoga Allah Ta’ala melaknat mereka- Allah Ta’ala telah menyebutkan sifat dengki yang mereka miliki dalam firmanNya,
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang telah Allah berikan kepadanya.” (An-Nisa’: 54).
Semoga apabila kaum Muslimin saling bahu membahu dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, dapat menjadi sebab kekuatan Islam dan kaum Muslimin, dan kekalahan musuh-musuh dan mengusir mereka sampai mereka tidak dapat mengalahkan dan menghinakan kaum Muslimin.
ونسأل الله أن ينصر دينه ويُعْلِي كلمته، ويصلح أحوال المسلمين، ويعزّ الإسلام والمسلمين، ويذلّ الشرك والمشركين، ويدمر أعداء الدين، وينصر العباد الموحدين.
Kami memohon kepada Allah agar menolong agamaNya dan meninggikan kalimatNya, dan memperbaiki keadaan kaum Muslimin, memuliakan Islam dan kaum Muslimin, dan menghinakan kesyirikan dan para pelakunya, menghancurkan musuh-musuh agama ini, serta menolong hamba-hambanya yang bertauhid.
وصلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم.
Disampaikan oleh: Abdullah bin Abdur Rahman al-Jibrin.(Istod/ Rydh).