Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang Allah SWT menghendaki kebaikan (Surga) baginya, niscaya ia dibuat pandai dalam ilmu agama." (HR. Al-Bukhari dari Muawiyah)

google search

Tampilkan postingan dengan label Muqaranah baina al adyan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muqaranah baina al adyan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, November 08, 2008

KEBUSUKAN AL KITAB INDONESIA !!!

Kebusukan Alkitab Indonesia di sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang dapat dikatakan "mendekati orisinal" tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat tersebut, antara lain:


1. REVISI KITAB MATIUS:

2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazorea.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Orang Nazorea" menjadi "Orang Nazaret" tanpa dasar yang jelas)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):

2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur

Versi Greek Stephanos 1550 M:

2:23 kai elthon katokesen eis polin legomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was said by the prophets: That he shall be called a Nazarene.

Versi Wycliffe New Testament:

2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid, that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey.

Versi New American Bible:

2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He shall be called a Nazorean."

Versi New Revised Standard Version:

2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He will be called a Nazorean."

Catatan:

Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan "Yesus dari Nazaret" (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari Nazaret" (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H - 1998 B. Perjanjian Matius 2:23 C. Kee HC - 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.

Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson (Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul 21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44).

Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa "Orang Nazorea" (atau "Orang Nazarene") dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel.

Lebih jauh, nubuat yang "dikutip" Matius tentang "Orang Nazorea" di atas, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat menyimpang yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang bertimbunan!


2. REVISI KITAB MATIUS:

19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Guru yang baik" menjadi "perbuatan baik" dan menghilangkan kata "Tuhan" yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting?
19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments.

Versi King James 1611 M:

19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?
19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.


3. REVISI KITAB MATIUS:

4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, yang dihuni orang-orang non Yahudi

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "yang dihuni orang-orang non Yahudi" menjadi "wilayah bangsa-bangsa lain" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 9:1)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles:

Versi King James 1611 M:

The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles;

Catatan:

Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "pelbagai umat" dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 4:15. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 7.


4. REVISI KITAB MATIUS:

12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa
12:21 Dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non Yahudi
12:21 Dan kepada-Nyalah orang-orang non Yahudi akan berharap."

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "orang-orang non Yahudi" menjadi "bangsa-bangsa" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat-ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 42:1,4)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

12:18 Behold my servant whom I have chosen, my beloved in whom my soul hath been well pleased. I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name the Gentiles shall hope.

Versi King James 1611 M:

12:18 Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name shall the Gentiles trust.

Catatan:

Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "bangsa-bangsa" dan "segala pulau" dalam teks Yesaya 42:1,4 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 12:18,21. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 10.


5. REVISI KITAB YOHANES:

2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba."

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "perempuan" menjadi "ibu", agar lebih sopan)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

2:4 And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come.

Versi King James 1611 M:

2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.


6. REVISI KITAB 1 SAMUEL:

6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh lima puluh ribu tujuh pulu orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah jumlah "50.070" menjadi "70" saja untuk mempersempit kontradiksi dengan Kitab Kejadian 8:21)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

6:19 But he slew of the men of Bethsames, because they had seen the ark of the Lord, and he slew of the people seventy men, and fifty thousand of the common people. And the people lamented, because the Lord had smitten the people with a great slaughter.

Versi King James 1611 M:

6:19 And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.


7. REVISI KITAB 2 SAMUEL:

17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Israel yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "Israel" menjadi "Ismael" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 2:17)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):

17:25 Amasam vero constituit Absalom pro Ioab super exercitum Amasa autem erat filius viri qui vocabatur Iethra de Hiesreli qui ingressus est ad Abigail filiam Naas sororem Sarviae quae fuit mater Ioab

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

17:25 Now Absalom appointed Amasa in Joab's stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.

Versi King James 1611 M:

17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man's son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.


8. REVISI KITAB 2 SAMUEL:

24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "tujuh" menjadi "tiga" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 21:12)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

24:13 And when Gad was come to David, he told him, saying: Either seven years of famine shall come to thee in thy land: or thou shalt...

Versi King James 1611 M:

24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine shall come to thee in thy land? or wilt thou...


9. REVISI KITAB LUKAS:

3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "menurut anggapan orang" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

3:23 And Jesus himself was beginning about the age of thirty years: being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who was of Mathat,

Versi King James 1611 M:

3:23 And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,

Catatan:

Kata-kata yang terdapat di dalam tanda kurung merupakan tambahan dari penerjemah!


10. REVISI KITAB LUKAS:

24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sebuah sarang madu.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menghilangkan frasa "dan sebuah sarang madu" tanpa alasan yang jelas)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

24:42 And they offered him a piece of a broiled fish and a honeycomb.

Versi King James 1611 M:

24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.


11. REVISI KITAB 2 KORINTUS:

12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi--kamu katakan--dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "kamu katakan" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

12:16 But be it so: I did not burthen you: but being crafty, I caught you by guile.

Versi King James 1611 M:

12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.


12. REVISI KITAB YOHANES:

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

13:13 Kamu menyebut Aku kepala (guru) dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab begitulah Aku.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah tuan dan kepala (guru)-mu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menerjemahkan kata "lord" atau "master" sebagai "Tuhan" agar seolah-olah Yesus adalah Tuhan, padahal arti kata-kata tersebut bersifat relatif: kepala, tuan, pemimpin, redaktur, sri paduka raja, dan lain-lain)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

13:13 You call me Master and Lord. And you say well: for so I am.
13:14 If then I being your Lord and Master, have washed your feet; you also ought to wash one another?s feet.

Versi King James 1611 M:

13:13 Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
13:14 If I then, your Lord and Master, have washed your feet; ye also ought to wash one another's feet.

Versi New American Bible:

13:13 You call me 'teacher' and 'master,' and rightly so, for indeed I am.
13:14 If I, therefore, the master and teacher, have washed your feet, you ought to wash one another's feet.

Catatan:

Kata "Lord" dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "God", namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai "Tuhan". Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata "Lord" dalam konteks ayat di atas adalah "tuan" bukan "Tuhan"! Bukti-buktinya dapat dilihat di bawah ini:

1 Petrus 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Mazmur 82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Mazmur 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Lord) kepada tuanku (my lord): "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."

Keluaran 7:1. Berfirmanlah TUHAN (Lord) kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Sekali lagi, Yesus adalah pemimpin/tuan, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama-sama ditulis oleh penulis yang sama:

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
Yohanes 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu (umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala sesuatu dari diri-Ku sendiri.

[QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.]

Lebih jauh, dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "lord" yang menunjuk kepada Yesus, diterjemahkan sebagai "Tuhan". Benar-benar buat-buatan!

13. REVISI NAMA "ELOHIM" DAN "JAHWEH":

Dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "Elohim" dan "Jahweh" dalam Perjanjian Lama, masing-masing diterjemahkan sebagai "Allah" dan "Tuhan Allah" (atau "Tuhan" saja), padahal "Elohim" dan "Jahweh" adalah nama-nama Tuhan yang sebenarnya dari umat Yahudi Israel yang menunjukkan kekhasan dari suku-suku tertentu di Israel (Kerajaan Israel utara dan selatan). Mengapa seenaknya dirubah? Berikut contoh-contohnya:

Kitab Kejadian versi Alkitab Indonesia:

1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

1:1. Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Jahweh menjadikan bumi dan langit,

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Darby Translation:

2:4 These are the histories of the heavens and the earth, when they were created, in the day that Jehovah Elohim made earth and heavens,

Versi World English Bible:

2:4 This is the history of the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that Yahweh God made earth and the heavens.


DAN LAIN SEBAGAINYA.


Begitu mudahnya firman Tuhan dalam Alkitab ditambah, dikurangi, dihilangkan, dan dirubah semaunya sendiri !!!


DIKUTIP DARI : www.geocities.com/cicak_mdn/

FIRMAN TUHAN MENGGELIKAN DALAM ALKITAB

Alkitab, yang konon merupakan firman Tuhan, di dalamnya banyak ditemukan ayat-ayat Tuhan yang sangat menggelikan jika dibaca. Benarkah ayat-ayat berikut ini merupakan firman Tuhan?

1. KITAB ULANGAN: Tuhan meracuni orang asing.

14:21 Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."

(Hah? Tuhan mau meracuni bangsa asing? Rasialis!)

2. KITAB KEJADIAN: Tuhan capek dan beristirahat (lebih jelas, lihat Kitab Keluaran 31:16-17).**

2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

(Tuhan capek lalu istirahat seharian? Emangnya buruh yang harus libur sehari dalam seminggu?)

3. KITAB KEJADIAN: Adam dan Hawa bermain petak umpet dengan Tuhan.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab, "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

(Tuhan berpatroli lalu Adam dan Hawa bersembunyi?)

4. KITAB KEJADIAN: Tuhan menggauli Sara.

21:1. TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.
21:2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.

(Hah? Tuhan menggauli Sara?)

5. KITAB KEJADIAN: Roh Allah melayang-layang.

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

(Bagaimana penulis Alkitab bisa tahu kalau "Roh Allah" melayang-layang di atas air?)

6. KITAB KEJADIAN: Rupa Allah.

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

(Rupa manusia seperti rupa Allah?)

7. KITAB KEJADIAN: Tuhan lebih dari satu.

3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

(Memangnya Tuhan Allah ada berapa ya?)

8. KITAB KEJADIAN: Tuhan menyesal dan pilu.

6:6-7 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

(Tuhan menyesal? Hati Tuhan pilu?)

9. KITAB KEJADIAN: Tuhan berfirman di dalam hati.

8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

(Tuhan berfirman di dalam hati? Bagaimana penulis Alkitab bisa tahu?)

10. KITAB YESAYA: Tuhan bersuit.

5:26 Ia akan melambaikan panji-panji kepada bangsa yang dari jauh, dan akan bersuit memanggil mereka dari ujung bumi; sesungguhnya mereka akan datang dengan segera, dengan cepat!

7:18 Pada hari itu akan terjadi: TUHAN bersuit memanggil lalat yang ada di ujung anak-anak sungai Nil, dan memanggil lebah yang ada di tanah Asyur.

(Bagaimana suara suitan Tuhan?)

11. KITAB ZAKHARIA: Tuhan bersiul.

10:8 Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu.

(Bagaimana bunyi siulan Tuhan?)

12. KITAB YEREMIA: Tuhan mengaum.

25:30. Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi.

(Kapan Tuhan mengaum? Bagaimana bunyinya?)

13. KITAB YESAYA: Tuhan mencukur.

7:20 Pada hari itu dengan pisau cukur yang dipinjam dari seberang sungai Efrat, yakni raja Asyur, Tuhan akan mencukur kepala dan bulu paha, bahkan pisau itu akan melenyapkan janggut juga.

(Hah? Tuhan meminjam pisau cukur? Tuhan mencukur kepala dan bulu paha?)

14. KITAB YEREMIA: Tuhan jemu menyesal.

15:6 Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.

(Jemu juga rupanya Tuhan menyesal yah?)

15. KITAB 2 SAMUEL: Tuhan naik kerub.

22:11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.

(Hebat bisa terbang yah?)

16. KITAB YESAYA: Tuhan memekik, mengerang, mengah-mengah, dan megap-megap.

42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
42:14. Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.

(Bagaimana suara pekikan Tuhan? Bagaimana Tuhan mengerang dan megap-megap?)

17. KITAB HOSEA: Tuhan menyuruh melacur.

3:1. Berfirmanlah Tuhan kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti Tuhan juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."

(Mungkin pola hidup freesex dasarnya ayat ini yah?)

Dan lain sebagainya.

Keterangan:

**Kitab Keluaran 31:16-17, dapat dikontroversikan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:

QS.2:255. Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.

DIKUTIP DARI : www.geocities.com/cicak_mdn/

Perzinaan di Dalam Gereja Vatikan

Tuhan Yesus berkata:

[27] Kamu telah mendengar firman: "janganlah berzina." [28] Tetapi Aku berkata kepadamu: "Setiap yang memandang perempuan dan menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya." [29] Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih balk bagimu satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan dalam neraka. (Matius 5:27-29)

Inilah syariat yang dikatakan oleh Tuhan (menurut pandangan Kristen), yang tidak hanya mengharamkan perbuatan zina, tapi juga mengharamkan pandangan penuh nafsu kepada wanita! Namun, hukum tersebut telah dihapus oleh Paulus sang rasul dengan tidak memperhatikan apa yang telah dikatakan Yesus! Surat Kabar Italia La Republica yang terbit di Vatikan pada hari rabu, 21-3 -2001 mengabarkan tentang banyaknya kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan biarawati yang dilakukan oleh pastur dan uskup di gereja Katolik, lalu mereka memaksa para biarawati itu agar menggugurkan kandungannya untuk mencegah terbongkarnya skandal. Dalam berita itu, terbongkarlah rahasia yang menyatakan bahwa para uskup dan pendeta menggunakan otoritas agama mereka di beberapa negara, untuk melakukan hubungan seks dengan biarawati secara paksa. Hal ini terbukti dengan laporan tentang banyaknya terjadi pelecehan seksual di 23 negara, diantaranya: Amerika Serikat, Brazil, Philipina, India, Irlandia, dan Italia, bahkan di dalam gereja Katolik (Vatikan) itu sendiri, juga di beberapa negara Afrika lainnya.

Berita tersebut mengatakan: Bahwa salah seorang kapala biarawati di sebuah gereja - yang sengaja tidak disebutkan namanya - menyatakan, bahwa para pendeta di gereja tempatnya bekerja telah melakukan pelecehan seksual terhadap 29 biarawati yang ada dalam keuskupannya. Ketika salah seorang biarawati melaporkan permasalahan ini kepada uskup agung, maka dia pun dipecat dari pekerjaannya.

Di gereja lainnya - menurut laporan - para pendeta yang berada di sana minta disediakan biarawati untuk memenuhi nafsu seks mereka. Dalam berita itu dinyatakan, bahwa setelah kejadian tersebut terungkap, maka pihak gereja mengirim para uskup yang terlibat ke luar negeri untuk melanjutkan studi atau mengutus mereka ke gereja lain sampai batas waktu tertentu. Adapun para biarawati - yang takut pulang ke rumahnya - dipaksa untuk meninggalkan gereja, sehingga banyak dari mereka beralih profesi menjadi wanita tuna susila. Juga dinyatakan, bahwa telah ditemukan beberapa bulan yang lalu tentang adanya jaringan para uskup dan agamawan di Vatikan - dengan berbagai macam tingkatannya - yang melakukan perilaku seks menyimpang (homoseks) dan pecandu narkoba.

Pada akhir-akhir ini (maret 2003), Bapa Vatikan (Yohanes Paulus II) mengundang para pembesar gereja Katolik Roma di Amerika Serikat ke Vatikan Roma untuk membahas terbongkarnya skandal seks sebagian uskup Amerika yang mengguncang gereja di sana.

Uskup New York dan Boston yang memiliki kedudukan terbesar di gereja Amerika mendapat tekanan kuat untuk mengundurkan diri dari jabatan mereka, setelah tersebar kabar bahwa mereka berdualah yang berada di balik skandal seks yang dilakukan oleh sebagian pendeta. Uskup Milouki dituduh telah menyembunyikan informasi tentang skandal seks serupa. Kepala uskup Boston Kardinal Bernard Lu yang berumur 70 tahun juga dituduh telah mengetahui adanya beberapa uskup di keuskupannya yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur secara terus menerus, namun uskup tersebut tidak memberikan sanksi kepada mereka, malah dia hanya memindahkankannya ke keuskupan lainnya, dimana para pendeta tersebut bisa mencari korban-korban baru lainnya. Selain itu, terdapat juga skandal serupa di daerah St. Louis, Florida, California, Philadelphia, dan Detroit.

Sekitar 3000 pendeta menghadapi tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur. Kardinal pun mendapat protes keras karena tidak memberikan sanksi di Boston kepada mantan pendeta John Geogon yang diyakini telah melakukan pelecehan seks terhadap 100 orang selama 20 tahun, malah dia hanya dipindahkan ke keuskupan lain. Skandal gereja tersebut menghabiskan biaya yang sangat besar mencapai milyar dolar untuk berdamai di luar pengadilan di beberapa kasus. Juga dinyatakan bahwa beberapa keuskupan bangkrut disebabkan oleh skandal seks tersebut.

Saya akan menunjukkan penyerangan yang berbahaya terhadap agama Islam -di internet- para pelayan Tuhan mengatakan, "Nabi ini (maksudnya adalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) telah memerangi kemuliaan, kesucian dan zuhud." Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: Tiga orang datang kepada Nabi bertanya tentang ibadahnya, diantara mereka ada yang mengatakan bahwa saya menjauhi wanita, maka saya tidak menikah. Lalu nabi menjawab: "Demi Allah, sesungguhnya aku paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya, aku berpuasa dan berbuka, aku tidur dan menikah. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka dia bukanlah golonganku." (Hadist No.4675 / shahih Bukhari. Dari ensiklopedia hadist elektronik dari perusahaan Sakhr).

Para pelayan Tuhan pun menambahkan, setelah hadits ini: [Beginilah sunnah yang disebarkan oleh Muhammad, yang hanya menebarkan nafsu perut dan seks! Kedengkiannya terhadap umat Kristen pun tidak dapat disembunyikan, karena Kristen telah banyak melahirkan manusia-manusia suci. Mereka mampu meninggalkan nafsu duniawi, dan berkonsentrasi untuk beribadah kepada Allah. Merekalah para biarawan Kristen yang bertakwa].

Saya akan bertanya kepada para pelayan Tuhan yang bertakwa dan suci," Bagaimanakah kalian menafsirkan perbuatan zina yang terjadi di dalam Vatikan dan gereja? Kenapa pula para pendeta yang suci dan bertakwa itu minta disediakan biarawati untuk memenuhi nafsu seks mereka? Saya juga minta agar pihak gereja menjelaskan arti: Biarawati khusus pelayanan seks?

Para pelayan Tuhan itu mencela - dengan perkataan yang kasar - hadits Rasulullah, yang mengatakan kepada Umat Islam,

"Janganlah kalian mempersulit din kalian sendiri, sehingga kalian merasa kesulitan. Sesungguhnya suatu kaum yang mempersulit dirinya sendiri, akan dipersulit oleh Allah. Lihatlah sisa-sisa mereka di dalam gereja dan kuil - Dan Rahbaniyah yang mereka ada-adakan, Kami tidak mewajibkannya kepada mereka." (Dari Anas bin Malik - Hadits No. 4258 - dalam Sunan Abu Dawud. Ensiklopedia Hadits Elektronik).

Apa yang engkau katakan benar wahai Rasulullah!

Mungkin keterangan yang sangat singkat ini bisa menjelaskan kepada kita sikap Kristennya Paulus...semua perkataan yang diungkapkan oleh Paulus adalah untuk melepaskan diri dari belenggu syariat/hukum Taurat dan menghapus perkataan Tuhan. Beginilah caranya Paulus melepaskan diri manusia dari belenggu moral, norma dan syariat Tuhan. Cukuplah dengan keyakinan kepada pengorbanan dan penyaliban Yesus, setelah itu manusia bebas melakukan dosa apa saja, tidak ada perhitungan atau ganjaran. Dengan demikian, hilanglah nurani manusia, tidak ada pengikatnya kecuali hawa nafsu, sehingga janji Allah dalam Al-Qur'an (Perjanjian Terbaru), akan terwujud:

"Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang temak, bahkan mereka lebih sesat jalannya. " (Al-Furqan: 43-44)

Maka dari itu, serangan seperti ini adalah bentuk serangan yang sangat berbahaya terhadap Islam, padahal Islamlah yang mengatakan kepada manusia:

"Dan setiap manusia Kami ikatkan perbuatannya ke kuduknya dan Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah buku yang diterimanya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimusendiri pada hari ini menghitung (amal)mu. Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya kesesatannya itu merupakan (kerugian) dirinya sendiri. Dan tidaklah seseorang yang berdosa akan memikul dosa orang lain. Dan Kami tidak akan mengadzab hingga Kami mengutus seorang rasul." (Al-Israa': 13-15)


DIKUTIP DARI : www.geocities.com/cicak_mdn/

Jumat, November 07, 2008

KEBUSUKAN AL KITAB INDONESIA !!!

Kebusukan Alkitab Indonesia di sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang dapat dikatakan "mendekati orisinal" tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat tersebut, antara lain:


1. REVISI KITAB MATIUS:

2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazorea.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Orang Nazorea" menjadi "Orang Nazaret" tanpa dasar yang jelas)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):

2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur

Versi Greek Stephanos 1550 M:

2:23 kai elthon katokesen eis polin legomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was said by the prophets: That he shall be called a Nazarene.

Versi Wycliffe New Testament:

2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid, that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey.

Versi New American Bible:

2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He shall be called a Nazorean."

Versi New Revised Standard Version:

2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He will be called a Nazorean."

Catatan:

Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan "Yesus dari Nazaret" (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari Nazaret" (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H - 1998 B. Perjanjian Matius 2:23 C. Kee HC - 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.

Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson (Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul 21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44).

Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa "Orang Nazorea" (atau "Orang Nazarene") dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel.

Lebih jauh, nubuat yang "dikutip" Matius tentang "Orang Nazorea" di atas, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat menyimpang yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang bertimbunan!


2. REVISI KITAB MATIUS:

19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Guru yang baik" menjadi "perbuatan baik" dan menghilangkan kata "Tuhan" yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting?
19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments.

Versi King James 1611 M:

19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?
19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.


3. REVISI KITAB MATIUS:

4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, yang dihuni orang-orang non Yahudi

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "yang dihuni orang-orang non Yahudi" menjadi "wilayah bangsa-bangsa lain" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 9:1)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles:

Versi King James 1611 M:

The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles;

Catatan:

Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "pelbagai umat" dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 4:15. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 7.


4. REVISI KITAB MATIUS:

12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa
12:21 Dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non Yahudi
12:21 Dan kepada-Nyalah orang-orang non Yahudi akan berharap."

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "orang-orang non Yahudi" menjadi "bangsa-bangsa" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat-ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 42:1,4)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

12:18 Behold my servant whom I have chosen, my beloved in whom my soul hath been well pleased. I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name the Gentiles shall hope.

Versi King James 1611 M:

12:18 Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name shall the Gentiles trust.

Catatan:

Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "bangsa-bangsa" dan "segala pulau" dalam teks Yesaya 42:1,4 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 12:18,21. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 10.


5. REVISI KITAB YOHANES:

2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba."

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "perempuan" menjadi "ibu", agar lebih sopan)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

2:4 And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come.

Versi King James 1611 M:

2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.


6. REVISI KITAB 1 SAMUEL:

6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh lima puluh ribu tujuh pulu orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah jumlah "50.070" menjadi "70" saja untuk mempersempit kontradiksi dengan Kitab Kejadian 8:21)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

6:19 But he slew of the men of Bethsames, because they had seen the ark of the Lord, and he slew of the people seventy men, and fifty thousand of the common people. And the people lamented, because the Lord had smitten the people with a great slaughter.

Versi King James 1611 M:

6:19 And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.


7. REVISI KITAB 2 SAMUEL:

17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Israel yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "Israel" menjadi "Ismael" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 2:17)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):

17:25 Amasam vero constituit Absalom pro Ioab super exercitum Amasa autem erat filius viri qui vocabatur Iethra de Hiesreli qui ingressus est ad Abigail filiam Naas sororem Sarviae quae fuit mater Ioab

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

17:25 Now Absalom appointed Amasa in Joab's stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.

Versi King James 1611 M:

17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man's son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.


8. REVISI KITAB 2 SAMUEL:

24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "tujuh" menjadi "tiga" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 21:12)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

24:13 And when Gad was come to David, he told him, saying: Either seven years of famine shall come to thee in thy land: or thou shalt...

Versi King James 1611 M:

24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine shall come to thee in thy land? or wilt thou...


9. REVISI KITAB LUKAS:

3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "menurut anggapan orang" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

3:23 And Jesus himself was beginning about the age of thirty years: being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who was of Mathat,

Versi King James 1611 M:

3:23 And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,

Catatan:

Kata-kata yang terdapat di dalam tanda kurung merupakan tambahan dari penerjemah!


10. REVISI KITAB LUKAS:

24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sebuah sarang madu.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menghilangkan frasa "dan sebuah sarang madu" tanpa alasan yang jelas)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

24:42 And they offered him a piece of a broiled fish and a honeycomb.

Versi King James 1611 M:

24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.


11. REVISI KITAB 2 KORINTUS:

12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi--kamu katakan--dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "kamu katakan" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

12:16 But be it so: I did not burthen you: but being crafty, I caught you by guile.

Versi King James 1611 M:

12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.


12. REVISI KITAB YOHANES:

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

13:13 Kamu menyebut Aku kepala (guru) dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab begitulah Aku.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah tuan dan kepala (guru)-mu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menerjemahkan kata "lord" atau "master" sebagai "Tuhan" agar seolah-olah Yesus adalah Tuhan, padahal arti kata-kata tersebut bersifat relatif: kepala, tuan, pemimpin, redaktur, sri paduka raja, dan lain-lain)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

13:13 You call me Master and Lord. And you say well: for so I am.
13:14 If then I being your Lord and Master, have washed your feet; you also ought to wash one another?s feet.

Versi King James 1611 M:

13:13 Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
13:14 If I then, your Lord and Master, have washed your feet; ye also ought to wash one another's feet.

Versi New American Bible:

13:13 You call me 'teacher' and 'master,' and rightly so, for indeed I am.
13:14 If I, therefore, the master and teacher, have washed your feet, you ought to wash one another's feet.

Catatan:

Kata "Lord" dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "God", namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai "Tuhan". Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata "Lord" dalam konteks ayat di atas adalah "tuan" bukan "Tuhan"! Bukti-buktinya dapat dilihat di bawah ini:

1 Petrus 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Mazmur 82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Mazmur 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Lord) kepada tuanku (my lord): "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."

Keluaran 7:1. Berfirmanlah TUHAN (Lord) kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Sekali lagi, Yesus adalah pemimpin/tuan, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama-sama ditulis oleh penulis yang sama:

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
Yohanes 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu (umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala sesuatu dari diri-Ku sendiri.

[QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.]

Lebih jauh, dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "lord" yang menunjuk kepada Yesus, diterjemahkan sebagai "Tuhan". Benar-benar buat-buatan!

13. REVISI NAMA "ELOHIM" DAN "JAHWEH":

Dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "Elohim" dan "Jahweh" dalam Perjanjian Lama, masing-masing diterjemahkan sebagai "Allah" dan "Tuhan Allah" (atau "Tuhan" saja), padahal "Elohim" dan "Jahweh" adalah nama-nama Tuhan yang sebenarnya dari umat Yahudi Israel yang menunjukkan kekhasan dari suku-suku tertentu di Israel (Kerajaan Israel utara dan selatan). Mengapa seenaknya dirubah? Berikut contoh-contohnya:

Kitab Kejadian versi Alkitab Indonesia:

1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":

1:1. Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Jahweh menjadikan bumi dan langit,

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Darby Translation:

2:4 These are the histories of the heavens and the earth, when they were created, in the day that Jehovah Elohim made earth and heavens,

Versi World English Bible:

2:4 This is the history of the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that Yahweh God made earth and the heavens.


DAN LAIN SEBAGAINYA.


Begitu mudahnya firman Tuhan dalam Alkitab ditambah, dikurangi, dihilangkan, dan dirubah semaunya sendiri !!!


DIKUTIP DARI : www.geocities.com/cicak_mdn/

Perzinaan di Dalam Gereja Vatikan

Tuhan Yesus berkata:

[27] Kamu telah mendengar firman: "janganlah berzina." [28] Tetapi Aku berkata kepadamu: "Setiap yang memandang perempuan dan menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya." [29] Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih balk bagimu satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan dalam neraka. (Matius 5:27-29)

Inilah syariat yang dikatakan oleh Tuhan (menurut pandangan Kristen), yang tidak hanya mengharamkan perbuatan zina, tapi juga mengharamkan pandangan penuh nafsu kepada wanita! Namun, hukum tersebut telah dihapus oleh Paulus sang rasul dengan tidak memperhatikan apa yang telah dikatakan Yesus! Surat Kabar Italia La Republica yang terbit di Vatikan pada hari rabu, 21-3 -2001 mengabarkan tentang banyaknya kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan biarawati yang dilakukan oleh pastur dan uskup di gereja Katolik, lalu mereka memaksa para biarawati itu agar menggugurkan kandungannya untuk mencegah terbongkarnya skandal. Dalam berita itu, terbongkarlah rahasia yang menyatakan bahwa para uskup dan pendeta menggunakan otoritas agama mereka di beberapa negara, untuk melakukan hubungan seks dengan biarawati secara paksa. Hal ini terbukti dengan laporan tentang banyaknya terjadi pelecehan seksual di 23 negara, diantaranya: Amerika Serikat, Brazil, Philipina, India, Irlandia, dan Italia, bahkan di dalam gereja Katolik (Vatikan) itu sendiri, juga di beberapa negara Afrika lainnya.

Berita tersebut mengatakan: Bahwa salah seorang kapala biarawati di sebuah gereja - yang sengaja tidak disebutkan namanya - menyatakan, bahwa para pendeta di gereja tempatnya bekerja telah melakukan pelecehan seksual terhadap 29 biarawati yang ada dalam keuskupannya. Ketika salah seorang biarawati melaporkan permasalahan ini kepada uskup agung, maka dia pun dipecat dari pekerjaannya.

Di gereja lainnya - menurut laporan - para pendeta yang berada di sana minta disediakan biarawati untuk memenuhi nafsu seks mereka. Dalam berita itu dinyatakan, bahwa setelah kejadian tersebut terungkap, maka pihak gereja mengirim para uskup yang terlibat ke luar negeri untuk melanjutkan studi atau mengutus mereka ke gereja lain sampai batas waktu tertentu. Adapun para biarawati - yang takut pulang ke rumahnya - dipaksa untuk meninggalkan gereja, sehingga banyak dari mereka beralih profesi menjadi wanita tuna susila. Juga dinyatakan, bahwa telah ditemukan beberapa bulan yang lalu tentang adanya jaringan para uskup dan agamawan di Vatikan - dengan berbagai macam tingkatannya - yang melakukan perilaku seks menyimpang (homoseks) dan pecandu narkoba.

Pada akhir-akhir ini (maret 2003), Bapa Vatikan (Yohanes Paulus II) mengundang para pembesar gereja Katolik Roma di Amerika Serikat ke Vatikan Roma untuk membahas terbongkarnya skandal seks sebagian uskup Amerika yang mengguncang gereja di sana.

Uskup New York dan Boston yang memiliki kedudukan terbesar di gereja Amerika mendapat tekanan kuat untuk mengundurkan diri dari jabatan mereka, setelah tersebar kabar bahwa mereka berdualah yang berada di balik skandal seks yang dilakukan oleh sebagian pendeta. Uskup Milouki dituduh telah menyembunyikan informasi tentang skandal seks serupa. Kepala uskup Boston Kardinal Bernard Lu yang berumur 70 tahun juga dituduh telah mengetahui adanya beberapa uskup di keuskupannya yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur secara terus menerus, namun uskup tersebut tidak memberikan sanksi kepada mereka, malah dia hanya memindahkankannya ke keuskupan lainnya, dimana para pendeta tersebut bisa mencari korban-korban baru lainnya. Selain itu, terdapat juga skandal serupa di daerah St. Louis, Florida, California, Philadelphia, dan Detroit.

Sekitar 3000 pendeta menghadapi tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur. Kardinal pun mendapat protes keras karena tidak memberikan sanksi di Boston kepada mantan pendeta John Geogon yang diyakini telah melakukan pelecehan seks terhadap 100 orang selama 20 tahun, malah dia hanya dipindahkan ke keuskupan lain. Skandal gereja tersebut menghabiskan biaya yang sangat besar mencapai milyar dolar untuk berdamai di luar pengadilan di beberapa kasus. Juga dinyatakan bahwa beberapa keuskupan bangkrut disebabkan oleh skandal seks tersebut.

Saya akan menunjukkan penyerangan yang berbahaya terhadap agama Islam -di internet- para pelayan Tuhan mengatakan, "Nabi ini (maksudnya adalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) telah memerangi kemuliaan, kesucian dan zuhud." Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: Tiga orang datang kepada Nabi bertanya tentang ibadahnya, diantara mereka ada yang mengatakan bahwa saya menjauhi wanita, maka saya tidak menikah. Lalu nabi menjawab: "Demi Allah, sesungguhnya aku paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya, aku berpuasa dan berbuka, aku tidur dan menikah. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka dia bukanlah golonganku." (Hadist No.4675 / shahih Bukhari. Dari ensiklopedia hadist elektronik dari perusahaan Sakhr).

Para pelayan Tuhan pun menambahkan, setelah hadits ini: [Beginilah sunnah yang disebarkan oleh Muhammad, yang hanya menebarkan nafsu perut dan seks! Kedengkiannya terhadap umat Kristen pun tidak dapat disembunyikan, karena Kristen telah banyak melahirkan manusia-manusia suci. Mereka mampu meninggalkan nafsu duniawi, dan berkonsentrasi untuk beribadah kepada Allah. Merekalah para biarawan Kristen yang bertakwa].

Saya akan bertanya kepada para pelayan Tuhan yang bertakwa dan suci," Bagaimanakah kalian menafsirkan perbuatan zina yang terjadi di dalam Vatikan dan gereja? Kenapa pula para pendeta yang suci dan bertakwa itu minta disediakan biarawati untuk memenuhi nafsu seks mereka? Saya juga minta agar pihak gereja menjelaskan arti: Biarawati khusus pelayanan seks?

Para pelayan Tuhan itu mencela - dengan perkataan yang kasar - hadits Rasulullah, yang mengatakan kepada Umat Islam,

"Janganlah kalian mempersulit din kalian sendiri, sehingga kalian merasa kesulitan. Sesungguhnya suatu kaum yang mempersulit dirinya sendiri, akan dipersulit oleh Allah. Lihatlah sisa-sisa mereka di dalam gereja dan kuil - Dan Rahbaniyah yang mereka ada-adakan, Kami tidak mewajibkannya kepada mereka." (Dari Anas bin Malik - Hadits No. 4258 - dalam Sunan Abu Dawud. Ensiklopedia Hadits Elektronik).

Apa yang engkau katakan benar wahai Rasulullah!

Mungkin keterangan yang sangat singkat ini bisa menjelaskan kepada kita sikap Kristennya Paulus...semua perkataan yang diungkapkan oleh Paulus adalah untuk melepaskan diri dari belenggu syariat/hukum Taurat dan menghapus perkataan Tuhan. Beginilah caranya Paulus melepaskan diri manusia dari belenggu moral, norma dan syariat Tuhan. Cukuplah dengan keyakinan kepada pengorbanan dan penyaliban Yesus, setelah itu manusia bebas melakukan dosa apa saja, tidak ada perhitungan atau ganjaran. Dengan demikian, hilanglah nurani manusia, tidak ada pengikatnya kecuali hawa nafsu, sehingga janji Allah dalam Al-Qur'an (Perjanjian Terbaru), akan terwujud:

"Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang temak, bahkan mereka lebih sesat jalannya. " (Al-Furqan: 43-44)

Maka dari itu, serangan seperti ini adalah bentuk serangan yang sangat berbahaya terhadap Islam, padahal Islamlah yang mengatakan kepada manusia:

"Dan setiap manusia Kami ikatkan perbuatannya ke kuduknya dan Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah buku yang diterimanya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimusendiri pada hari ini menghitung (amal)mu. Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya kesesatannya itu merupakan (kerugian) dirinya sendiri. Dan tidaklah seseorang yang berdosa akan memikul dosa orang lain. Dan Kami tidak akan mengadzab hingga Kami mengutus seorang rasul." (Al-Israa': 13-15)


DIKUTIP DARI : www.geocities.com/cicak_mdn/

BANTAHAN PENYALIBAN YESUS 4

BANTAHAN BARABBAS TERHADAP PENYALIBAN YESUS !!!


Bukti : Pelepasan Barabbas Dari Arreestus ke Barabbas

Sebelum membahas langsung kisah pelepasan Barabbas, ada baiknya kita memetakan gerakan-gerakan yang dituduhkan kepada Yesus Kristus dari saat penangkapannya hingga waktu pelepasan Barabbas. Dengan menggunakan empat injil kanonik sebagai sumber informasi ini, perbandingan yang singkat atas keempat injil ini menyingkapkan ketaksepakatan yang signifikan di atanra keempatnya. Informasi ini disuguhkan dalam tabel 2, dan pembaca bebas untuk menarik kesimpulan sendiri mengenai reliabilitas catatan-catatan injil atas pelbagai macam gerakan Yesus Kristus selama terjadi peristiwa-peristiwa ini.

Tabel 2 :
Rangkaian Gerakan Yesus Kristus yang dilaporkan antra penangkapannya dan pelapasan Barabbas
Matius Markus Lukas Yohanes
Kepda Ann
Kepada Kayafas Kepada Kayafas Kepada Kayafas Kepada Kayafas
Kepada Sanhedrin? Kepada Sanhedrin? Kepada Sanhedrin?
Kepada Pilatus
Kepada Herod
Kepada Pilatus Kepada Pilatus Kepada Pilatus Kepada Pilatus


Rangkaian Matius didasarkan pada

Matius 26: 57, 27: 1, 27:1-2.

Rangkaian Markus didasarkan pada

Markus 14: 53; 15: 1, 15:1

Rangkaian Lukas didasarkan pada

Lukas 22: 54; 22:66; 23:1, 23:6-8; 23:11

Rangkaian Yihanes didasarkan pada

Yohanes 18:12-13, 18:24; 18:28.


Pelepasan Barabbas

Pelepasan Barabbas diceritakan oleh keempat injil kanonik di atas,1 dan di antara keempatnya, banyak rincian yang sama mengenai peristiwa tersebut. Dalam masing-masing laporan, Pontius Pilatus, gubernur Roma untuk Yudaea, memberikan pilihan kepada sekelompok orang Yahudi antara melepaskan dua orang tahanan, salah satunya digambarkan sebagai Yesus Kristus, dan yang lainnya digambarkan sebagai seorang terkenal yang berada di luar perlindungan hukum, yang hanya dikenal sebagai Barabbas. Kelompok yang kebingungan itu memilih Barabbas untuk dilepaskan. Oleh karenanya, Pilatus melepaskan Barabbas, dan Yesus kristus konon disalib. Namun demikian, seperti akan segera dijelaskan, interpretasi Sekolah Minggu atas penggambaran injil ini kurang akurat, utamanya karena sebagian besar teks kuno yang akurat dari injil-injil tersebut telah lama dihindarkan dari orang awam hingga masa-masa sekarang. Di antara empat laporan tersebut, laporan Matius sejauh ini paling menjelaskan dan rinci, dan penuturan inilah yang dikutip di bawah :

Kini Yesus berdiri di hadapan gubernur; lalu gubernur bertanya kepadanya, "Apakah engkau Raja orang-orang Yahudi?" Yesus menjawab, "Engkau yang berkata demikian". Kini saat perayaan pesta, gubernur biasanya melepaskan seorang tahanan untuk dikembalikan ke kelompoknya, seseorang yang diinginkan kelompoknya. Pada saat itu, mereka memiliki seorang tahanan termasyur, yang dipanggil Yesus Barabbas. Demikianlah, setelah mereka berkumpul, Pilatus bertanya kepada mereka, "Siapakah yang ingin kalian lepaskan, Yesus Barabbas atau Yesus yang disebut Juru Selamat?" karena ia menyadari bahwa bukanlah karena iri hati sehingga mereka menyerahkannya. Sementara ia duduk di kursi pengadilan, istrinya berkata kepdanya, "Tidak ada yang harus dilakukan dengan orang suci itu, karena hari ini aku banyak menderita disebabkan oleh mimpi tentangnya". Kini para pendeta ketua dan para sesepuh membujuk kelompok itu agar meminta Barabbas dan membunuh Yesus. Gubernur bertanya lagi kepada mereka, "Siapakah yang kalian ingin aku lepaskan untuk kalian?" Dan mereka menjawab, "Barabbas". Pilatus berkata kepada mereka, "maka apa yang harus aku lakukan dengan Yesus yang disebut Juru Selamat ini?" mereka semua menjawab, "Biarlah ia disalib!" Kemudian ia bertanya, "Mengapa, kejahatan apa yang telah ia lakukan?" Tetapi mereka semua berteriak lebih keras lagi, "Biarkanlah ia disalib!" Demikianlah, ketika Pilatus memahami bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan, kecuali kerusuhan itu telah dimulai, ia mengambil hati dan membasuh tangannya di hadapan kelompok tersebut, seraya mengatakan, "Aku suci dari darah orang ini; lihatlah darah itu pada diri kalian sendiri". Kemudian orang-orang itu menjawab, "Darahnya menjadi tanggungan kami dan anaj-anak kami!" demikianlah ia melepaskan Barnabbas untuk mereka; dan setelah mencambuk Yesus, ia menyerahkan Yesus untuk disalib.2

Sebagai lanturan sekilas, perlu dicatat bahwa tulisan-tulisan apokrif secara konsisten mengidentifikasi nama istri Pilatus sebagai Procla.3 (Lebih jauh mengenai statusnya menurut gereja-gereja Kristen awal akan diuraikan kemudian dalam bab ini).

Identitas Barabbas

Teks yang dikutip dari Matius di atas, seperti ditemukan dalam The Holy Bible: New Revised Standard Version (NRSV), dengan jelas mengidentifikasi Barabbas sebagai orang yang memiliki nama Yesus. Dalam melakukan identifikasi ini, NRSV menggunakan sebagian besar teks-teks kuno,4 agar bisa mengoreksi penghapusan nama yang diberikan kepada Barabbas, yaitu Yesus, yang terjadi pada versi-versi awal Alkitab.

Sebenarnya, para sarjana alkitabiah telah lama mengetahui dari teks-teks Matius kuno ini bahwa nama Barabbas adalah Yesus. Namun, informasi ini secara khusus tidak disampaikan kepada masyarakat awam. Dalam King James Version dari Alkitab tahun 1611, sama sekali tidak ada penyebutan nama Barabbas sebagai Yesus. Dalam Revised Standard Version (RSV) tahun 1946, informasi ini akhirnya dimasukkan dalam teks tersebut sebagai catatan kaki yang tidak jelas. Akhirnya, dalam New Revised Standard Version (NRSV) tahun 1989, informasi paling awal dan paling lengkap berkenaan dengan Barabbas disuguhkan secara langsung dalam teks tersebut, dimana ia pada awalnya diduga (bernama yesus Barabbas), dan Barabbas yang sebelumnya tidak dikenal sekali lagi telah menjadi Yesus Barabbas.

Namun demikian, para penerjemah Alkitab masih merahasiakannya dari masyarakat awam. Mereka masih belum menggenapi tugas mereka untuk mendidik masyarakat Kristen awam dan menjadikan teks Alkitab bisa diakses oleh sebagian besar umat Kristen. Mereka kini telah mempresentasikan Barabbas sebagai Yesus Barabbas, tetapi mereka masih belum menunjukkan bahwa "Barabbas" bukanlah nama, tetapi merupakan patronimik (nama yang hampir sama dengan nama ayahnya).5 Patronimik meruapkan sebuah pengenal, sementara orangnya dikatakan sebagai putra X. Oleh karenanya, dalam Perjanjian Baru, kita menemukan murid Simon Petrus juga dipanggil Simon bar Jonah, yaitu, Simon putra Yunus.6 Namun demikian, para penerjemah Alkitab secara konsisten sama-sama memberlakukan kata-kata bahasa Arama bar dan Abbas, karenanya menerjemahkan Jesus bar Abbas sebagai Yesus Barabbas, atau lebih buruk lagi, sebagai Barabbas saja. Dengan demikian seperti ini, dan dengan menyadari bahwa bar hanyalah berarti putra dari, sekarang kita bisa mengidentifikasi Barabbas sebagai Yesus putra Abbas. Namun demikian, bahkan dengan menerima terjemahan tersebut sampai titik ini, terjemahan tersebut tetap agak salah-arah, karena Abbas bukanlah sebuah nama. Kata Abbas masih harus diterjemahkan lagi dari bahasa Arama. Abbas berarti ayah, dan Barabbas secara langsung dan tak-ambigu diidentifikasi dalam Matius sebagai "Yesus, putra Bapa"!7 Kini, jika kita harus bertanya kepada seratus orang Kristen yang dipilih secara acak mengenai identitas "Yesus, putra Bapa", niscaya kita akan mendapatkan seratus identifikasi positif mengenai Yesus Kristus.

Barabbas tidak lain adalah Yesus sendiri, putra Bapa!8 Ini bukanlah identifikasi yang didasarkan pada sebagian kitab apokrif, yang mungkin atau tidak mungkin memiliki bukti yang mengacu pada gereja-gereja Kristen awal, seperti halnya kasus Injil Barnabas. Bahkan, ini juga bukan identifikasi yang didasarkan pada kitab-kitab apokrif, yang bisa secar alangsung ditelusuri hingga ke gereja-gereja Kristen awal, seperti dalam kasus Kitab Jeus, Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, atau Perbuatan-perbuatan Yohanes. Ini merupakan identifiaksi yang dibuat langsung oleh Injil kanonik Matius.

Namun demikian, ini merupakan identifikasi yang hanya bisa dilakukan sekali: teks-teks awal Matius pada kahirnya menjadi teks-teks yang diakui, seperti dalam kasus NSRV; dan pembaca telah menggenapi terjemahan dua kata tersebut, yang masih belum diterjemahkan oleh para penerjemah Alkitab, dan karenanya, pernyataan-Matius yang sebenarnya masih gelap bagi orang awam. Memahami kutipan dari Matius ini sama artinya dengan mengupas sebuah opini. Dari lapisan demi lapisan yang harus disingkap sebelum kita sampai pada inti yang sebenarnya. Sementara sebelum kita sampai pada inti yang sebenarnya. Sementara kita bisa memahami bahwa para penerjemah Alkitab telah mulai mengupas opini tersebut untuk masyarakat awam, proses pengupasan tersebut amat-sangat lambat, dan masih belum lengkap. Pelbagai macam lapisan ini disuguhkan pada Tabel 3 di bawah :


Tabel 3:
Lapisan-lapisan Identitas Barabbas
Lapisan Identitas yang Diungkap Versi Alkitab
1 Barabbas Versi Raja James, 1611
2 Yesus Barabbas sebagai catatan Versi Standar yang Direvisi, 1946
3 Yesus Barabbas Versi Standar Baru yang Direvisi, 1989
4 Yesus bar Abbas -
5 Yesus putra Abbas -
6 Yesus, putra Bapa -


Berdasarkan pembahasan di atas, kita bisa melihat bahwa menurut Matius, Pontius Pilatus menawarkan untuk melepskan salah seorang dari dua tawanan pada hari itu, yaitu "Yesus, putra Bapa" atau "Yesus yang disebut Juru Selamat".9 Menurut penuturan Matius, kelompok tersebut memilih "Yesus putra Bapa" untuk dilepaskan. Pilatus memenuhi permintaan mereka, dengan melapaskan "Yesus, putra Bapa" dan menghukum "Yesus yang disebut Juru Selamat".10 Paling tidak, laporan Matius menujukkan bahwa ada kekaburan berkenaan dengan siapa yang dilepaskan dan siapa yang disalib. Terombang-ambing di antara dua, "Yesus, putra Bapa" dan "Yesus yang disebut Juru Selamat", bagaimana kita bisa memutuskan siapa adalah siapa?

Jawaban atas pertanyaan tersebut memang bisa dipeoleh, tetapi memerlukan kecermatan. Sebelum Pilatus bertanya kepada kelompok itu perihal siapa yang ingin mereka lepaskan, Matius menuturkan bahwa Pilatus menanyakan sebuah pertanyaan tunggal dan tajam kepada Yesus, yaitu. "Apakah engkau adalah Raja orang-orang Yahudi?"11 ini merupakan satu-satunya hal yang membuat Pilatus tertarik. Apakah Yesus mengajukan klaim sebagai Raja orang-orang Yahudi, dan karenanya mempimpin pemberontakan melawan Roma? Pilatus sama sekali tidak peduli dengan perselisihan internal di antara para penguasa agama Yahudi. Baik seseorang mengklaim atau tidak sebagai seorang tokoh agama seperti Juru Selamat, tidaklah menjadi perhatiannya. Ia hanya ingin meneguhkan klaim kedudukan sebagai raja (kingship), karena hal ini mencakup otoritas duniawi dan sekuler, yang merupakan ancaman bagi kekuasaan imperial Roma. Oleh karenanya, ia tidak bertanya apakah Yesus seorang Juru Selamat teologis, karena Pilatus tidak peduli dengan masalah ini. Akan tetapi, Pulatus benar-benar peduli jika Yesus mengklaim sebagai raja orang-orang Yahudi. Mengklaim diri sebagai Juru Selamat teologis bukanlah kejahatan menurut hukum Roma, sementara mengklaim diri sebagai Raja orang-orang Yahudi tentu saja merupakan kejahatan.

Di sini, kita harus menguji apa yang dimaksud dengan "Yesus yang disebut Juru Selamat". Generasi-generasi kaum Kristen yang menghadiri Sekolah Minggu telah diindoktrinasi dengan konsep teologis Sang Juru Sealmat, yang sudah dimulai sejak zaman gereja-gereja Kristen awal. Namun demikian, kata Mashiah dalam bahasa Ibrani, yang diterjemahkan menjadi Messiah (Juru selamat) dalam Alkitab, sebenarnya berarti ditahbiskan. Sama halnya, kata bahasa Yunani Chritos, yang diterjemahkan menjadi Crist (Kristus) dalam alkitab sebenarnya merupakan terjemahan Yunani dari kata Mashiah dalam bahasa Ibrani. Oleh karenanya, meskipun kata-kata Pilatus adalah Yesus yang disebut Juru Selamat, sebenarnya yang ia katakan adalah "Yesus yang disebut orang yang ditasbihkan". Siapakah yang telah disucikan dari bangsa Israel? Jawabannya adalah para raja dan para pendeta tinggi Iarael. Dalam hal ini, setiap pemberontak yang mengajukan klaim sebagai raja Israel - dan banyak orang semacam ini pada abad pertama Masehi - maka ia akan ditasbihkan sebagai raja Israel, dan bisa disebut sebagai "Juru Selamat".12

Setelah memantapkan perhatian Pilatus, dan karenanya setelah memantapkan tuduhan sebanarnya terhadap Yesus, yaitu mengklaim sebagai Raja orang-orang Yahudi, dan setelah menetapkan makan sebenarnya dari kata "Juru Selamat", kini kita beralih pada keterangan yang sama mengenai pelepasan "Yesus, putra Bapa" dalam Markus.

Demikianlah, kelompok itu datang dan mulai miminta Pilatus melakukan sesuatu untuk mereka sesuai dengan adat kebiasaannya. Kemudian ia memberi jawaban kepada mereka, "Apakah kalian ingin aku melepaskan Raja orang-orang Yahudi itu untuk kalian?" ? Namun, para pendeta ketua menghasut mereka agar meminta Pilatus melepaskan Barabbas untuk mereka.13

Perhatikanlah adanya perubahan yang halus, tetapi amat sangat penting. Pilihannya dalah antara "Yesus, raja orang-orang Yahudi" dan "Yesus, putra Bapa!" Dalam versi ini tidak ada ambiguitas atau kebingungan kerkenaan dengan identitas. Yesus, yang mengklaim sebagai raja orang-orang Yahudi, dan dengan demikian juga telah ditasbihkan, yaitu, telah menjadi seorang Juru Selamat, diserahkan untuk disalib, sementara Yesus, putra Bapa, dilepaskan. Apalagi yang lebih sederhana atau lebih gamblang daripada hal itu? Kini, siapakah Yesus ini, yang mengklaim dirinya sebagai raja orang-orang Yahusi? Mungkin dia adalah seseorang yang telah ditemui dalam bab ini, yaitu, "Yesus, orang Galilea", yaitu, pemberontak paramiliter, yang disangkal oleh Petrus tadi.14 Dialah Yesus ini, yang merupakan pembunuh dan pemberontak sebenarnya, yang tuduhan-tuduhannya secara keliru dinisbahkan kepada Yesus, putra Bapa, melalui kebingungan, baik sengaja maupun tidak, yang diciptakan oleh para penulis injil atau penerjemah, para redaktur, atau para penyuntingnya.15

Ikhtisar

Kisah mengenai pelepasan Yesus, putra Bapa, memiliki arti penting yang sangat besar. Meskipun pembaca menolak reka-ulang kutipan Matius yang diusulkan oleh pengarang ini, yang didasarkan pada pertanyaan Pilatus kepada Yesus dan pada penuturan Markus yang sama, tetapi pembaca injil-injil kanonik masih bergulat dengan kebingungan dan ambiguitas. Identitas masing-masing mengenai siapa yang dilepaskan (Yesus, putra Bapa) dan siapa yang disalib (Yesus yang disebut Juru Selamat) benar-benar membingungkan dan merupakan pertanyaan tak-terjawab. Kebingungan dan ambiguitas itu cukup untuk menyatakan bahwa setidaknya ada satu jawaban yang tersedia bagi pertanyaan-pertanyaan di atas dari injil-injil kanonik yang mendukung keterangan Alquran soal penyaliban. Lebih jauh, jika kita menerima reka-ulang laporan Matius sebagaimana dikemukakan oleh pengarang ini, maka jelaslah bahwa Yesus, Raja orang-orang Yahudi (atau disebut juga Yesus, orang Galilea), disalib, sementara Yesus, putra Bapa, dilepaskan. Di sini, kita menemukan pembelaan total atas penjelasan Alquran tentang penyaliban yang kita butuhkan berdasarkan injil-injil kanonik semata.

Hingga titik ini, pembaca Kristen, yang diindoktrinasi sejak masa kecil dalam pelajaran-pelajaran Sekolah Minggu, mungkin berpikir bahwa seluruh jajaran argumen ini tidak masuk akal. Tidak peduli apa yang sebenarnya dikatakan Matius mengenai Yesus, putra Bapa, adalah lebih mudah untuk mengabaikan seluruh hal ini begitu saja. Namun demikian, sebelum melalukan langkah tersebut, ada satu keping informasi lagi yang harus dipertimbangkan. Jika Pilatus memang benar-benar menghukum Yesus Kristus hingga mati dengan cara disalib, bagaimanakah seharusnya gereja-gereja Kristen awal memandang Pilatus dan sekutu-sekutunya? Tidakkah Pilatus seharusnya dibuang ke tempat yang paling jauh oleh gereja-gereja Kristen awal? Tidak mungkinkah Pilatus secara formal dihukum oleh gereja-gereja Kristen awal? Kita tentunya berpikir demikian.

Akan tetapi, fakta-fakta yang ada sungguh sangat berbeda. Tanggal 28 Oktober oleh penanggalan Gereja Ortodoks Timur ditentukan sebagai hari pesta Santa Procla, istri Pontius Pilatus.16 Tanggal 25 Juni oleh Gereja Kristen Koptik ditentukan sebagai hari pesta Santa Procla dan Santo Pontius Pilatus.17 Procla diresmikan sebagai seorang santa, baik oleh Gereja Ortodoks Timur maupun oleh Gereja Kristen Koptik, sementara Pontius Pilatus diresmikan sebagai seorang santo oleh Gereja Kristen Koptik. Bagaimanakah gereja Kristen Koptik awal bahkan membenarkan kononisasi orang tersebut sebagai santo, orang yang telah menghukum Yesus Kristus hingga mati dengan cara disalib? Ini benar-benar bertentangan dengan seluruh nalar dan logika. Apakah yang diketahui oleh umat Kristen awal ini yang tidak diketahui oleh umat Kristen modern? Mungkin, mereka tahu bahwa Pontius Pilatus, santo mereka tercinta, adalah orang yang melepaskan Yesus Kristus. Mungkin juga mereka memeiliki pemahaman yang lebih baik tentang Matius daripada sebagian besar orang Kristen modern.

Pada titik ini, sangat menggoda untuk mengatakan, "Kasus ditutup, sidang ditunda". Namun demikian, ada satu keping lagi bukti dari injil-injil kanonik yang harus ditelaah.


Keterangan:

1. Matius 27:11-26; Markus 15:6-15; Lukas 23:13-25; Yohanes 18:38-40
2. Matius 27:11, 15-26.
3. Platt RH, Brett JA.
4. A) Fenton JC (1973) B) - (1998a)
5. A) - (1998a) B) Leon-Dufour X (1983) C) Asimov I (1969) D) Schonfield HJ (1967) E) Fenton JC (1973) F) Pherigo LP (1971)
6. Matius 16:17. Dalam RSV: Simon Bar Jonah (Simon bin Yunus).
7. A) - (1998a) B) Leon-Dufour X (1983) C) Asimov I (1969) D) Fenton JC (1973) E) Pherigo LP (1971)
8. Frasa "putra Bapa" tidak mengisyaratkan status "dilahirkan".
9. Matius 27:17
10. Matius 27:17-26
11. Matius 27:11
12. A) Leon-Dufour X (1983) B) Schonfield HJ (1967)
13. Markus 15:8-9, 11.
14. Matius 26:69-70
15. Platt RH, Brett JA
16. A) Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963) B) Platt RH, Brett JA C) - (1998g)
17. - (1998n)

BANTAHAN PENYALIBAN YESUS 5:

BANTAHAN SIMON SIRENUS TERHADAP PENYALIBAN YESUS !!!


Bukti : Perekrutan Simon Sirenus

Interpretasi Kristen teradisional atas penyaliban manyatakan bahwa Yesus Kristus berpindah dari tempat hukuman di hadapan Pontius Pilatus menuju tempat penyaliban, yaitu Golgotha (Calvary dalam bahasa Latin). Perjalanan ini diritualkan oleh Gereja Katolik Roma sebagai bagian dari 14 Stasiun Salibnya, dimana stasiun kelima memperoleh perhatian khusus, stasiun Salib Kelima merunjuk pada suatu peristiwa yang dituturkan dalam tiga injik sinoptik, tetapi tidak diceritakan dalam Yohanes. Pada Stasiun kelima ini, Simor Sirenus konon ditemukan untuk membawa salib Yesus.

Setelah mareka keluar, mereka menemukan seorang laki-laki dari Sirenus bernama Simon; mereka memaksa orang ini untuk membawa salibnya. Dan ketika mereka sampai di sebuah tempat yang disebut Golgotha (yang berarti Tempat Tengkorak), mereka menawarkan anggur kepadanya untuk diminum, yang telah dicampur dengan cuka; tetapi ketika ia mencicipinya, dia tidak mau meminumnya. Dan ketika mereka menyalibkannya, mereka membagikan pakaiannya di antara mereka sendiri dengan melemparkan undian; kemudian mereka duduk di sana dan tetap mengawasinya.1

Mereka memaksa seorang musafir, yang datang dari negeri itu, untuk membawa salibnya; ia adalah Simon Sirenus ayah Aleksander dan Rufus. Kemudian, mreka membawa Yesus ke tempat yang disebut Golgotha (yang berarti tempat tengkorak). Kemudian mereka menawarinya anggur yang telah dicampur dengan myrrh; tetapi ia tidak menerimanya. Kemudian mereka menyalibnya, dan membagikan pakaiannya di antara mereka, dengan melemparkan undian untuk menentukan apa yang harus diterima oleh masing-masing.2

Setelah mereka membawanya, mereka menangkap seorang laki-laki, Simon Sirenus, yang datang dari negeri itu, dan mereka meletakkan salib itu di [pundak]-atasnya, dan menyuruhnya membawa salib itu di belakang Yesus. Dua orang lainnya, yang merupakan para penjahat, dibawa untuk dibunuh bersamanya. Ketika mereka sampai ke tempat yang disebut Tengkorak, mereka menyalib Yesus di sana bersama para penjahat, satu di sebelah kanannya dan satu lagi di sebelah kirinya.3

Kini, ada dua persoalan yang harus dijelaskan menyangkut penuturan di atas. Pertama, injil-injil kanonik tidak pernah menyatakan bahwa salib diserahkan kembali kepda Yesus dari Simon. Kedua, dalam kutipan dari Markus dan dalam kutipan dari Lukas, pengarang saat ini mencetak-miuring kata "Yesus" di satu tempat. Di masing-masing tempat ini, catatan NRSV berkenaan dengan teks tersebut dengan jelas menyatakan bahwa orang Yunani membawa "dia", bukan "Yesus". Dengan kata lain, para penerjemah khawatir kalau-kalau sebagian besar pembaca akan membaca "dia" sebagai kata-ganti yang merujuk pada Simon Sinerus juka mereka tidak memasukkan "Yesus" untuk mengganti "dia". Dalam hal ini, para penerjemah sepenuhnya benar. Sebagian besar pembaca akan membaca "dia" sebagai kata-ganti yang merujuk pada Simon Sirenus, yang menunjukkan bahwa Simon Sirenus adalah orang yang disalib. Dalam kutipan-kutipan di atas, Matius, Markus, dan Lukas, semuanya tampaknya mengatakan bahwa Simon Sirenus disalib sebagai pengganti Yesus.

Harus ditekankan bahwa interpretasi terhadap tradisi sinoptik di atas tidak terbatas bagi pengarang saat ini. Kenyataannya, itulah interpretasi yang diyakini secara luas oleh segmen-segmen gereja-gereja Kristen awal. Para pembaca bab ini sudah menemukan bahwa interpretasi adalah Risalah Kedua Set Agung, kitab apokrif dari gereja-gereja Kristen awal, menyatakan, "adalah orang lain, Simon, yang memikul salib di pundaknya". Kenyataannya, penggantian Simon Sirenus (sebagai korban penyaliban) untuk Yesus merupakan prinsip kepercayaan utama di antara orang-orang Kristen awal yang dikenal sebagai kelompok Basilidian,4 yang menonjol pada pertengahan abad abad ke-2 M. mereka mengadakan kongregasi di Mesir dan tetap eksis hingga abad ke-4 M. garis keturuannya bisa ditelusuri kembali pada orang-orang yang menjadi pengikut Basilides, yang diklaim sebagai penerima tradisi-tradisi rahasia tertentu dari Glaucias (seorang penafsir Petrus, murid Yesus).5


IKHTISAR DAN SIMPULAN-SIMPULAN

Bukanlah maksud pengarang untuk membuktikan satu tradisi, setelah dipertentangkan dengan tradisi lainnya, akhirnya sampai pada simpulan bahwa bukanlah yesus Kristus yang disalib. Namun, tinjauan-tinjauan terdahulu atas kitab suci Kristen, baik yang apokrif maupun kanonik, secara dramatis mengilustrasikan bahwa gereja-gereja Kristen awal tidak secara bulat menerima doktrin penyaliban Kristus. Jelasnya, mereka masih bingung mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Ada banyak teroi yang berbeda mengenai pokok bahasan ini dalah gereja-gereja Kristen awal. Di antara banyak kandidat untuk kehormatan yang meragukan sebagai korban yang disalib ini, bisa kita sebutkan: Yudas Iskariot; Simon Sinerus; simulacrum-simulacrum Yesus Kristus; orang-orang lain yang tidak-teridentifikasi; dan seorang pemberontak paramiliter yang dikenal sebagai Yesus, orang Galilea, yang mengklaim dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi, dan yang dibedakan dari Yesus, putra Bapa, yaitu Yesus Kristus.

Alquran dengan jelas menyatakan bahwa Yesus Kristus tidak disalib. Sebagian besar segmen gereja-gereja Kristen awal, dan sebagian besar kitab suci Kristen awal mengamini pernyataan itu.

Bagi kaum muslim, pelajaran yang mungkin bisa diambil adalah bahwa banyak gereja Kristen awal jauh lebih dekat dengan Islam daripada yang pernah dipikirkan sebelumnya. Bagi kaum Kristen, pelajaran yang mungkin bisa diambil adalah bahwa doktrin penyaliban ternyata sangat di ragukan dan diperdebatkan oleh gereja-gereja awal. Dengan pemikiran semacam ini, mungkin mereka bersedia melihat kembali ajaran-ajaran Islam, dan mempertimbangkan persamaan-persamaan antara ajaran-ajaran Islam dan fondasi-fondasi agama Kristen awal.

Keterangan:

1. Matius 27:32-36
2. Markus 15:21-24
3. Lukas 23:26, 32-33
4. Norwood FA (1971)
5. - (1998b)

Dikutip dari buku: "Salib di Bulan Sabit", karya DR. Jerald F. Dirks, 2003.

BANTAHAN PENYALIBAN YESUS 3: INJIL-INJIL KANONIK MEMBANTAH PENYALIBAN YESUS !!!

INJIL-INJIL KANONIK MEMBANTAH PENYALIBAN YESUS !!!


Setelah melantur untuk menelaah sumber kitab-kitab apokrif, cukup adil rasanya jika di sini saya suguhkan ulasan singkat mengenai sumber Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Tanpa memasuki pembahasan yang rinci dan panjang-lebar mengenai sumber dan kritik teks, agaknya berguna untuk dicatat bahwa Matius, Markus, dan Lukas sering kali mewakili sebuah fron bersatu yang sedikit berada dengan Yohanes, dan itulah sebabnya ketiga injil pertama biasanya dirujuk sebagai Injil-Ijjil Sinoptik. Lebih jauh, keempat injil tersebut didasarkan, setidaknya sebagian, pada sumber-sumber tertulis sebelumnya, seperti Q, proto-Markus, M, L, dan dokumen-dokumen lain yang dihipotesiskan serta tidak satupun dari keempat injil katonik ini yang benar-benr ditulis oleh salah seorang murid Yesus.

Lebih jauh lagi, tatanan komposisi injil-injil biasanya diyakini secara berurutan dimulai dari Markus, Matius, Lukas, dan terakhirYohanes. Harus dicatat lebih lanjut bahwa baik Matius maupun Lukas mendasarkan sebagian catatan-catatannya pada Markus. Dalam bentuk awalnya yang lengkap, tidak satu pun dari keempat injil itu bisa ditelusuri waktunya lebih awal daripada sekitar perempat terakhir abad ke-2 M. Penyuntingan keempat injil kanonik tersebut terus dilakukan selama beberapa abad pertama Masehi. Jumlah total hal-hal di atas membuktikan bahwa tidak satu pun dari pada pengarang keempat injil kanonik itu benar-benar merupakan saksi-mata atas peristiwa-peristiwa penyaliban, meskipun kitab mereka masing-masing tampaknya memasukkan catatan-catatan tangan pertama ini, yang pada kenyataannya hanya kisah-kisah tentang kejadian baru yang dituturkan kepada mereka, baik secara langsung maupun melalui para perantara.1

Dalam uraian berikut, beragam kisah penyaliban dalam injil-injil kanonik akan diuji. Dalam masing-masing kasus, pembacaan yang hati-hati akan dengan jelas mengisyaratkan bahwa orang yang disalib sama sekali bukanlah Yesus.


BANTAHAN PETRUS TENTANG PENYALIBAN YESUS !!!

Bukti : Penyangkalan Petrus

Petrus yang Heroik

Keempat Injil kanonik tersebut sepakat tentang banyak persoalan menyangkut penangkapan Yesus. Keempatnya sepakat bahwa Yesus dan murid-muridnya tengah makan bersama di Yerusalem pada malam terjadinya penangkapan (meskipun Matius, Markus, dan Lukas menggambarkan makanan ini sebagai hidangan Paskah, sementara Yohanes menggambarkannya sebagai hari sebelum Paskah).2 Lebih jauh, semuanya melihat dengan mata kepala sendiri fakta bahwa Yesus ditangkap pada malam sebelum penyaliban, dan bahwa penangkapannya terjadi di luar tembok kota Yerusalem (yang secara konsisten, tetapi bervariasi, diidentifiaksi sebagai Taman Gethsemane, sebuah tempat di Bukit Zaitun, dan sebuah taman di sisi Lembah Kidron yang jauh dari Yerusalem). Mereka juga memiliki pandangan yang sama bahwa dalam peristiwa penangkapan itu, salah seorang murid Yesus melemparkan pedangnya dan menyerang, dengan maksud untuk membela Yesus. Sementara Yohanes mengidentifikasi murid ini sebagai Petrus (Simon bar Jonah),3 Matius, Markus, dan Lukas tidak menyebutkan namanya.


Setelah mengucapkan kata-kata ini, ia pergi bersama murid-muridnya melintasi lembah Kidron menuju suatu tempat di mana terdapat sebuah taman, yang pernah dimasukinya bersama murid-muridnya. Kini Yudas, yang mengkhianatinya, juga mengetahui tempat itu, karena Yesus sering bertemu dengan murid-muridnya di sana. Demikianlah Yudas membawa satu detasemen pasukan bersama dengan pengawal para pendeta ketua dan kaum Pharisi, mereka datang ke sana dengan membawa lampu dan obor serta senjata. Kemudian Yesus, karena mengetahui segala yang akan terjadi padanya, melangkah ke depan dan bertanya kepada mereka, "Siapakah yang kalian cari?" Mereka menjawab, "Yesus dari Nazareth". Yesus menjawab, "Akulah orangnya." Yudas, mengkhianatinya, berdiri bersama mereka. Ketika Yesus berkata kepada mereka, "Akulah orangnya", mereka melangkah muncul dan jatuh ke tanah. Lagi-lagi ia bertanya kepada mereka, "Siapakah yang kalian cari?" Dan mereka menjawab, "Yesus dari Nazareth". Yesus pun menjawab, "Sudah kukatakan bahwa akulah orangnya. Jadi jika kalian mencari aku, biarkanlah orang-orang ini pergi". Ini untuk melengkapi kata yang telah ia ucapkan, "Aku tidak boleh kehilangan seorang pun dari orang-orang yang telah kalian berikan kepadaku". Kemudian Simon Petrus, yang memiliki pedang, menariknya, menyerang salah seorang pengawal pendeta tinggi, dan memotong telinga kanannya. Nama budak itu adalah Malchus. Yesus berkata kepada Petrus, "Masukkan kembali pedangmu ke dalam sarungnya. Apakah aku tidak boleh minum dari piala yang telah diberikan Bapa kepadaku?" Demikianlah para tentara, pejabat mereka, dan pengawal Yahudi menangkap Yesus dan mengikatnya.4


Dalam laporan Yohanes di atas Yudas Iskariot, murid yang konon mengkhianati Yesus, memimpin sekelompok orang bersenjata untuk menangkap Yesus. Yohanes mengidentifikasi orang-orang bersenjata untuk menangkap Yesus. Yohanes mengidentifikasi orang-orang bersenjata ini sebagai "satu detasemen pasukan" dan "pengawal para pendeta ketua dan kaum Farisi".5 Identifikasi sebelumnya mengisyaratkan bahwa para anggota legium Roma berada di bawah arahan para pejabat Yahudi, dengan maksud untuk membantu penangkapan Yesus. Identifikasi kemudian dengan jelas menunjuk pada pasukan pengawal Kuil.

Dalam menghadapi otoritas yang lebih banyak jumlah dan bersenjata ini, salah seorang murid memperjuangkan haknya. Petrus dengan berani menarik pedangnya, dan seorang menyerang banyak pasukan bersenjata yang terdiri dari para tentara dan pengawal profesional yang bersiap-siap melawannya. Ia sudah tahu bahwa tidankan heroisme ini akan mengantarkannya pada kematian, tapi dia lebih berkeinginan untuk mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan Yesus. Namun, Petrus baru mampu mengayunkan padangnya sekali, yang memotong telinga Malchus, seorang pengawal pendeta tinggi, sebelum Yesus menghentikannya. Setelah menghentikan pertempuran itu sebelum benar-benar dimulai, Yesus menyerahkan dirinya pada pasukan penangkap, dan murid-muridnya kemudian lari menembus gelapnya malam.6 (Lukas menambahkan bahwa Yesus menyembuhkan telinga Malchus).7

Petrus yang Pengecut

Setelah penangkapannya, Yesus diserahkan kepada Annas, ayah-mertua Kayafas, pendeta tinggi Yahudi, kemudian kepda Kayafas;8 atau langsung kepada Kayafas.9 Tidak seperti murid-murid yang lain, Petrus yang selalu setia dan heroik mengikuti dari jarak jauh, kemudian memasuki halaman luar.10 Di sana, Petrus menunggu keputusan atas takdir Yesus.

Namun, sementara Petrus berdiri di halaman itu, pada pengarang empat injil kanoik akan membuat pembaca percaya bahwa Petrus telah berputar haluan spenuhnya. Mereka akan meyakinkan pembaca bahwa Petrus yang heroik, yang telah menyerang para anggota legiun Roma dan penjaga Kuil seorang diri, dan yang mempertaruhkan nyawanya untuk mengikuti Yesus ke halaman luar, tiba-tiba menjadi seorang pengecut, karena ia tiga kali menyangkal penisbahan apapun dengan Yesus sebelum ayam jantan berkokok pagi itu. Karena ungkapan pasti penyangkalan-penyangkalan Petrus demikian penting, maka keempat cara injil tersebut disuguhkan secara langsung di bawah ini :

Laporan Matius mengenai penyangkalan-penyangkalan Petrus :


Kini Petrus duduk di luar di halaman gedung. Seorang gadis pelayan menghampirinya dan berkata, "Engkau juga bersama Yesus, orang Galilea". Namun, ia menyangkalnya di haapan mereka semua, dengan mengatakan, "Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan". Ketika ia keluar menuju serambi, seorang gadis-pelayan lain melihatnya, dan gadis itu berkata kepada orang-orang di sana yang menyaksikan kejadian itu, "Orang ini bersama Yesus dari Nazaret". Setelah sesaat menunggu orang-orang itu menghampiri dan berkata kepada Petrus", "Tentunya kamu juga salah seorang dari mereka, karena aksenmu mengungkapkan siapa kamu sebenarnya". "Aku tidak mengenal orang itu!" Pada saat itu ayam jantan berkokok. Kemudian Petrus ingat apa yang pernah dikatakan Yesus, "Sebelum ayam jantan berkok, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun keluar dan menangis sejadi-jadinya.11

Laporan Lukas :

Ketika mereka menyalakan api unggun di tengah-tengah halaman itu dan duduk bersama, Petrus pun duduk di antara mereka. Kemudian menatapnya dan berkata, "Orang ini juga bersamanya". Tetapi ia menyangkalnya, dengan mengatakan, "Nona, aku tidak mengenalnya". Sejenak kemudian orang lain, ketika melihatnya, berkata, "Kamu juga salah satu dari mereka!" Tetapi Petrus berkata, "Tuan, aku bukan salah satu dari mereka!" kemudian sekitar satu jam kemudian, ada orang lain yang tetap bersikukuh, "Tentu saja orang ini juga bersamanya; karena ia adalah orang Gallilea." Tetapi Petrus berkata, "Tuan, aku tidak mengerti apa yang kami bicarakan!" Pada saat itu, sementara ia masih berbicara, ayam jantan berkokok. Tuhan berpaling dan memandang Petrus. Kemudian Petrus ingat akan sabda Tuhan, bagaimana dia telah berkata kepada Petrus, "Sebelum ayam jantan berkokok hari ini, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun keluar dan menangis sejadi-jadinya.12

Penuturan Markus :

Sementara Pertus berada di halaman, salah seorang gadis-pelayan pendeta tinggi melintas. Ketiga gadis itu melihat Petrus yang tengah menghangatkan diri, ia menatapnya dan berkata, "Kamu juga bersama Yesus, orang dari Nazareth". Tetapi ia menyangkalnya, dengan mengatakan, "Aku tidak tahu atau mengerti apa yang kamu bicarakan". Dan iapun keluar menuju halaman depan. Kemudian ayam jantan berkokok. Dan gadis-pelayan itu, sambil memandanginya, mulai lagi berkata kepada orang-orang yang menyaksikannya, "Orang ini adalah salah satu dari mereka". Tetapi lagi-lagi ia menyangkal. Kemudian setelah sesaat orang-orang yang menyaksikan itu berkata kembali kepda Petrus, "Tentu saja kamu adalah salah satu dari mereka; karena kamu adalah orang Galilea". Tetapi ia mulai mengutuk, dan mengucapkan sumpah, "Aku tidak mengenal orang yang kalian bicarakan". Pada saat itu ayam jantan berkokok untuk kedua kalinya. Kemudian Petrus ingat bahwa Yesus pernah berkata kepadanya, "Sebelum ayam jantan berkokok dua kali, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun jatuh dan menangis.13

Terakhir, laporan Yohanes :

Perempuan itu berkata kepada Petrus, "Bukanlah engkau salah seorang dari murid orang ini?" Petrus berkata, "Bukan". Kini para budak dan pengawal telah menyalakan kayu bakar karena cuaca sangat dingin, dan mereka berdiri mengelilinginya untuk menghangatkan diri. Petrus juga berdiri bersama mereka untuk menghangatkan diri ? Kini Simon Petrus berdiri dan menghangatkan diri. Mereka bertanya kepadanya, "Bukanlah engkau adalah salah seorang muridnya,?" Petrus menyangkalnya dan berkata, "Bukan". Salah seorang budak pendeta tinggi, seorang kerabat dari orang yang telinganya dipotong Petrus, bertanya, "Bukankah aku pernah melihatmu di taman besamanya?" Lagi-lagi Petrus menyangkalnya, dan pada saat itu ayam jantan berkokok.14


Yang Disangkal Petrus

Dalam mempertimbangkan empat versi kejadian yang konon sama ini, kita harus secara saksama mempertimbangkan apa saja yang diangkal Petrus. Untuk itu, Tabel 1 disuguhkan di bawah ini.

Tabel 1 : Dakwaan-dakwaan (A) yang disangkal Petrus (D)

Mt1 A : Engkau besama Yesus, orang Galilea.
D : Aku tidang mengerti apa yang kamu bicarakan.

Mt2 A : Orang ini bersama Ysus dari Nazaret.
D : Aku tidak mengenal orang itu.

Mt3 A : Engkau adalah salah satu dari mereka, karena aksenmu mengungkapkannya siapa kamu sebenarnya.
D : Aku tidak mengenal orang itu.

L1 A : Orang ini juga bersamanya.
D : Aku tidak mengenalnya.

L2 A : Engkau adalah salah satu dari mereka
D : Tuan, aku bukan salah satu dari mereka.

L3 A : Orang ini juga bersamanya.
D : Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.

M1 A : Engkau bersama Yesus dari Nazaret.
D : Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.

M2 A : Orang ini adalah salah satu dari mereka.
D : Tetapi lagi-lagi ia menyangkalnya.

M3 A : Engkau adalah salah seorang dari mereka; karena engkau orang Galilea.
D : Aku tidak mengenal orang ini.

J1 A : Engkau adalah salah seorang murid orang ini.
D : Bukan

J2 A : Engkau adalah seorang muridnya.
D : Bukan

J3 A : Bukanlah aku pernah melihatmu di taman itu bersamanya.
D : Petrus menyangkalnya.

Keterangan:

Mt1, Mt2, & Mt3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Matius.

L1, L2, & L3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Lukas.

M1, M2, & M3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Markus.

J1, J2, & J3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Yohanes.

Sebagai lanturan singkat, harus diingat bahwa keempat injil kanonik sepakat bahwa Petrus melakukan tiga penyangkalan, dan mereka juga sekapat dalam melaporkan tiga dakwaan. Namun demikian, injil-injil kanonik tidak sepakat soal dakwaan-dakwaan tersebut. Mungkin sekali data yang disuguhkan pada Tabel 2 bisa diikhtisarkan menjadi dakwaan-dakwaan berikut : (1) Petrus bersama Yesus, orang Galilea (Mt1); (2) Petrus bersama Yesus dari Nazaret (Mt2, M1); (3) Petrus bersama "mereka", dimana konteksnya menunjukkan bahwa mereka "merujuk" pada orang-orang Galilea dan/atau kepada murid-murid Yesus dari Nazaret (Mt3, M2, M3); (4) Petrus bersama murid-murid dari orang yang tengah diadili (L2, J1, J2); (5) Petrus bersama orang yang tengah diadili (L1, L3); dan (6) Petrus pernah berada di taman bersama orang yang tengah diadili (J3). Dalam membuat ikhtisar dari enam dakwaan ini, kita harus berhati-hati agar tidak menimbulkan prasangka, yaitu, kita tidak bisa mengasumsikan bahwa Yesus dari Nazaret adalah orang yang tengah diadili, tetapi kita harus melihat langsung pada pernyataan-pernyataan yang dilibatkan.

Sebagaimana bisa dilihat, Lukas dan Yohanes mewakili satu kubu, dimana penyangkalan-penyangkalan Petrus secara spesifik diarahkan pada orang yang tengah diadili atau diinterogasi. Sederhananya, Petrus menyangkal penisbahan apa pun dengan orang yang tengah diadili atau diinterogasi. Bagaimana jika orang itu bukan Yesus Kristus? Bagaimana jika Yudas ditangkah alih-alih Yesus Kristus (Injil Barnabas), bagaimana jika pengganti lain atau simulacrum Yesus Kristus ditangkap sebagai pengganti Yesus Kristus (Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, dan Perbuatan perbuatan Yohanes)?

Dalam kasus ini, penyangkalan-penyangkalan Petrus sepenuhnya benar. Dalam kasus ini juga tidak ada kontradiksi yang membingungkan, yang konon hanya berselang beberapa jam, antara : kesediaan Petrus untuk bertarung seorang diri melawan para tentara Roma dan penajga Kuil, yang mengisyaratkan keberaniannya yang heroik dan imannya yang teguh; dan penyangkalan-penyangkalan Petrus, yang mengisyaratkan kepengecutan dan kurangnya iman. Singkatnya, ada hipotesis bahwa pembacaan superfisial atas injil-injil kanonik salah-merepresentasikan penyangkalan-penyangkalan Petrus menjadi penyangkalan terhadap Yesus Kristus, padahal kenyataannya, Petrus hanya menyatakan "Aku tidak mengenal orang ini", dimana "orang ini" mungkin saja bukan Yesus Kristus. Jika dibaca dalam arti mempertahankan konsistensi penggambaran Petrus dalam injil-injil kanonik, maka penyangkalan-penyangkalan Petrus merefleksikan sebuah penyangkalan bahwa orang yang tengah diadili dan/atau diintegogasi adalah Yesus Kristus.

Namun demikian, bagaimana dengan laporan Matius dan Markus? Di sini kita menemukan penyangkalan-penyangkalan danlam konteks frasa-frasa semacam "Yesus orang Galilea", "Yesus dan Nazaret", dan "Yesus, orang dari Nazaret". Satu pilihan adalah menghilangkan frasa-frasa ini sebagai elaborasi yang kemudian dan keliru atas catatan awal, sebagaimana dipertahankan dalam Lukas dan dalam Yohanes. Tentu saja, pilihan berkaitan dengan banyak hal yang dipertimbangkan dan tidak bisa dihilangkan begitu saja. Namund emiukian, ada juga pilihan kedua, yang didasarkan pada pengujian kata-kata kunci "orang Galilea" dan "Nazaret", dalam hal ini diungkapkan bahwa sebagian besar pembaca superfisial atas Alkitab menyamakan "orang Galilea" engan "orang dari wilayah geografis Galiles", yang ditunjukkan sebagai yesus Kristus. Sama halnya. Sebagian besar pembaca semacam ini menyamakan "Nazaret" dengan sebuah kota di Galilee, yang oleh Alkitab ditunjukkan bahwa di kota itulah Yesus Kristus dibesarkan. Namun, kedia istilah ini memilki makna-makna alternatif yang sangat berbeda selama paruh pertama abad pertama Masehi.

Yahudi pada Abad Pertama Masehi

Selama paruh pertama abad pertama Masehi, Yahudi terpecah-belah menjadi banyak sekte keagamnaan dan poitik. Sebagian daftar sekte-sekte ini dan pembagian-pembagiannya yang beragam mencakup: Saduki (Zadokite); Hasidisme (kelompok yang menjadi akar Pharisi dan Essenes); Farisi (Perishaiya); Zealot; Hasmonea; Sikarii; Essene; Haridia; Nazorea (Nazarite atau Nazirite); dan kelompok Galilea.15 Hanya dalam konteks inilah istilah semacam "Yesus orang Galilea", "Yesus, orang dari Nazaret", bisa dipahammi sepenuhnya dengan tepat.

ORANG-ORANG GALILEA

Jika kita harus memperingkatkan berbagai sekte dan sebsekte Yahudi ini menurut dimensi kultural-politis, maka poros kiri-kanan akan dilabuhkan sebagai berikut. Ujing kiri (the far left) akan menunjukkan penerimaan terhadap, dan akomodasi dengan, kebudayaan Helenistik dan dengan kekuasaan Roma, dan ujung kanan (the far right) merupakan penolakan total terhadap kebudayaan Helenistik dan kekuasaan Roma, yang dirangkaikan dengan cita-cita nasionalistik ekstrem. Mengingat poros dan definisi ini, maka kaun Saduki akan menduduki ujung kiri, kaum farisi akan menduduki posisi tengah yang bertumpu pada sisi kanan, sedangkan kaum Zelot dan Hasmonea akan menempati posisi ujung kanan.16

Kelompok ujung kananlah yang secara konsisten melahirkan gerakan-gerakan revolusioner melawan kekuasaan Roma. Secara tipikal, kelompok-kelompok dari ujung kanan disebut kelompok Zelot, dimana Zelot menjadi sebuah kata yang mengandung banyak makna, yang mencakup pelbagai macam kelompok dan subkelompok, termasuk kelompok Sikarii (dari kata Yunani sikarioi yang berarti manusia-manusia belati, dan menunjukkn salah satu subkelompok Zelot, yang merupakan para pembunuh17) dan kelompok Galolea. Alkitab menunjukkan bahwa setidaknya ada dua murid Yesus yang berasal dari ujung kanan dalam spektrum kultural dan politiknya: Simon, sang Zelot,18 dan Yudas Iskariot (Sikarii).19

Sebagaimana dijelaskan di atas, gerakan Zelot mewakili poros kultural-politik ujung kanan dalam agama Yahudi pada abad pertama Masehi. Namun demikian, identifikasi seseorang sebagai seorang Zelot hanya bisa sedikit menjelaskan perosalan orientasi-keagamaan sebenarnya orang itu. Sebagai kaum Zelot adalah quasisekuler, dan yang lainnya melaksanakan tradisi keagamaan Yahudi secara mendalam. Di antara kelompok Zelot kemudian, terdapat subkelompok yang dikenal sebagai Orang Galilea (the Galileans).20 Asal-muasal sejarah kelompok Galilea adalah sebagai berikut :

Pada tahun 6 M, Quirinius, seorang senator Roma berpangkat Konsuler, ditunjuk menjadi gubernur Suriah oleh Kaisr Agustus.21 Salah satu tugas awalnya adalah melaksanakan sensus di Palestina untuk mendata kepemilikan guna menciptakan aturan pajak yang tepat.22 Sementara sebagian besar orang Yahudi di Palestina menyepakati sensus ini, faksi pembangkang Yahudi, yang dipimpin oleh Yudas Gamala (yang juga dikenal sebagai Yudas, orang Galilea) melakukan pemberontakan terbuka terhadap sensus itu berarti persetujuan oleh orang-orang Yahudi bahwa orang-orang pagan (penyembah berhala, pen) memiliki hak untuk memerintah Palestina; dan bahwa sudah waktunya bagi orang-orang Yahudi untuk menegakkan negara teokratik mereka sendiri.23 Pemberontakan Yudas, orang galilea, hanya berlangsung sebentar. Yudas terbunuh, dan para pengikutnya berpencar untuk sementara.24 Namun demikian, pemberontakan Yudas, orang Galilea, merupakan awal-lahirnya gerakan Zelot, dan utamanya bagian dari gerakan Zelot yang dikenal sebagai kelompok Galilea (the Gallileans).25

Mengikuti pemberontakan Yudas - orang Galilea yang gagal - kelompok Galilea terus-menerus terlibat dalam aksi-aksi perang gerilya melawan Roma, yang semakin meningkat intensitasnya selama beberapa dasawarsa antara tahun 6 dan 70 M. pada tahun 44 M, aktivitas-aktivitas revolusioner dan para militer kelompok Galilea ini mengantarkan pada penyaliban Yakobus dan Simon, putra-putra Yudas, orang Galilea, atau perintah Tiberius Aleksander, pejabat Yudaea. Akhirnya, pada tahun 66 M, Manhem, putra Yudas yang lain, orang Galilea, memimpin kelompok Galilea dan Zelot dalam pemberontakan terbuka melawan Roma. Menahem dan para pengikutnya merampas gudang senjata di Masada, kemudian berjalan menuju Yerusalem. Setelah menguasai sebagian besar Yerusalem, Menahem, orang yang berpretensi menjadi raja, menerapkan kekuasaan despotik, dan membunuh Ananias, pendeta tinggi Yahudi. Namun, Menahem kemudian dibunuh oleh Eleazar, putra Ananias di kuil Yerusalem. Para pengikut Menahem kemudian melarikan diri kembali ke Masada, di bawah komando Eleazar yang lain, yang merupakan keturunan Yudas, oleh Galilea. Di Masada, pemberontakan Yahudi berlanjut hingga tahun 73 M, ketika para penduduk Masada yang terkepung melakukan bunuh-diri massal, dengan maksud agar tidak tertangkap oleh tentara Roma yang mengepung mereka.26

Berdasarkan catatan di atas, kita sekarang bisa memahami bahwa didentifikasi "Yesus orang Galilea" tidak bisa secara otomatis disamakan dengan "Yesus dari wilayah geografis Galilee". Mengingat konteks waktunya, maka identifikasi yang lebih mungkin adalah "Yesus, seorang anggota kelompok Galilea yang terdiri atas para pemberontak paramiliter". Yesus ini jelas sekali bukanlah Yesus Kristus, dan penyangkalan Petrus atau Yesus ini tentu saja benar.

Orang Nazorea

Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan "Yesus dari Nazaret",27 dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari Nazaret".28 Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean,29 sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene.30 Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraioi) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara.31 Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang.32 Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.

Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam Perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu.33 Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson;34 Samuel;35 mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis,36 mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem;37 dan untuk sementara Paulus.38 Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian.39

Mengingat pembahasan di atas, penyangkalan Petrus untuk diasosiasikan dengan Yesus, orang Nazorea, tampaknya merupakan pernyataan yang benar, karena Yesus orang Nazorea bukanlah Yesus Kristus. Penting dicatat bahwa seorang Nazorea mungkin juga adalah seorang Galilea, tetapi itu tidak pernah terjadi. (Selain itu, dijelaskan bahwa dalam keterangan yang dikutip sebelumnya dari Yohanes 18:1-12, frasa "Yesus dari Nazaret" seharusnya dibaca "Yesus, orang Nazorea", karenanya menimbulkan kemungkinan bahwa Yesus Kristus mungkin tidak pernah ditangkap di tempat pertama).

Nama "Yesus"

Selama abad pertama Masehi, Yesus (terjemahan bahasa Yunani dari Joshua) merupakan nama yang sangat populer di Palestina. Misalnya, dari 28 pendeta tinggi Yahudi dari zaman Herod Agung hingga penghancuran Kuil, empat di antaranya diberi nama Yesus (Yesus putra Phabet atau Phiabi, Yesus putra Sek atau Sie, Yesus putra Dameneus, Yesus putra Gameliel).40 Dengan menggunakan daftar pada pendeta tinggi Yahudi ini sebagai contoh representatif dari nama lelaki di Palestina pada abad pertama Masehi, mungkin ada sekitar 14% penduduk laki-laki yang diberi nama Yesus. Jelasnya, tidaklah terlalu sulit untuk membayangkan bahwa Yesus kedua adalah orang yang diinterogasi pada malam sebelum penyaliban, bahwa orang inilah yang disangkal Petrus, dan bahwa orang inilah yang akan disalib pada hari berikutnya.

Ikhtisar

Penyangkalan Petrus menyuguhkan injil-injil kanonik dengan dua pilihan yang sama sekali tidak berkaitan. (1) Dalam selang hanya beberapa jam, Petrus berubah dari seorang tokoh heroik yang memiliki keberanian tiada tara menjadi seorang pengecut, yang secara verbal menyangkal afiliasinya dengan Yesus Kristus dalam tiga saat berbeda dengan jeda yang begitu cepat. Senyatanya, penggambaran Petrus ini cenderung mengganggu imajinasi. (2) Petrus berterus-terang dan jujur dalam menyangkal afiliasinya, baik dengan orang tak-dikenal, atau dengan pemberontak paramiliter dan penganut Yahudi sayap-kanan ekstrem, yang bernama Yesus. Dengan mengasumsikan bahwa orang itu memang tidak dikenal, maka penyangkalan Petrus Penyangkalan Petrus menjadi cukup sesuai dengan bukti dari kitab-kitab apokrif yang disuguhkan sebelumnya. Dengan mengasumsikan bahwa orang tersebut memang seorang pemberontak paramiliter yang beranama Yesus, maka penyangkalan Petrus sejalan dengan kisah tentang pelepasan Barabbas yang diuraikan di bawah.


Keterangan:

1. Perbuatan Yohanes 97-99, 101. Dalam Cameron R (1982), hal. 94-96).
2. A) Moffat J (1929) B) Robertson AT (1929) C) Burch EW (1929) D) Peritz IJ (1929) E) Scott E (1929) F) Davies JN (1929b) G) Davies JN (1929a) H) Findlay JA (1929) I) Garvie AE (1929) J) Kee HC (1971) K) Pherigo LP (1971) L) Baird W (1929) M) Shepherd MH (1971) N) Wilson RM (1971) O) Filson FV (1971) P) Sunberg AC (1971) Q) Duncan GB (1971) R) Marsh J (1972) S) Caird GB (1972) T) Nineham DE (1973) U) Fenton JC (1973) V) Hamilton W (1959) W) Mack BL (1996) X) Koester H (1982) Y) Robinson JM, Koester H (1971) Z) Cameron R (1982)
3. Shepherd MH (1971)
4. Yohanes 18:1-12
5. Lukas 22:47; Markus 14:43; Matius 26:47.
6. Matius 26:56; Markus 14:50-52
7. Lukas 22:50-51
8. Yohanes 18:13-16
9. Matius 26:57; Markus 14:53; Lukas 22:54
10. Matius 26:57-58; Markus 14:53-54; Lukas 22:54-55; Yohanes 18:15-16
11. Matius 26:69-75
12. Lukas 22:55-62
13. Markus 14:66-72
14. Yohanes 18:17-18, 25-27
15. A) Danielou J, Marrou H (1964) B) Asimov I (1969) C) Leon-Dufour X (1983) D) Schonfield HJ (1967) E) - (1998p) F) Bornkamm G (1998)
16. A) Josephus F (1988) B) Leon-Dufour X (1983)
17. A) Josephus F (1988p) B) Asimov I (1969)
18. Lukas 6:15; Perbuatan 1:13
19 Matius 10:4; 26:14; Markus 3:19; 14:10; Lukas 6:16; 22:3; Yohanes 6:71; 12:4; 13:2,26
20. A) Dupont-Sommer A (1967) B) Leon-Dufour X (1983)
21. Josephus F (1988)
22. A) Lukas 2:1-3 B) Josephus F (1988) C) Bornkamm G (1998)
23. A) Perbuatan 5:37 B) Josephus F (1998) C) Bornkamm G (1998) D) Leon-Dufour X (1983)
24. Perbuatan 5:37
25. A) Josephus F (1988) B) Leon-Dufour X (1983)
26. A) Josephus F (1988) B) Bornkamm G (1998)
27. Matius 26:71
28. Markus 14:67
29. A) Matius 26:71 B) Stegemann H (1998) C) Perjanjian Matius 2:23 D) Kee HC (1971)
30. Stegemann H (1998)
31. Stegemann H (1998)
32. A) Leon-Dufour X (1983) B) - (1998f)
33. A) Schonfield HJ (1967) B) - (1998f)
34. Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17
35. Samuel I 1:1-22
36. A) Strugnell J (1998) B) Schonfield HJ (1967)
37. Perbuatan 21:17-26
38. Perbuatan 21:17-26
39. Yohanes 11:38-44. Dijelaskan bahwa Yesus memiliki kemiripan fisik yang sangat dekat dengan jenazah seorang Nazorea.
40. A) Josephus F (1988) B) Schonfield HJ (1967) C) Wilson J (1985)