Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang Allah SWT menghendaki kebaikan (Surga) baginya, niscaya ia dibuat pandai dalam ilmu agama." (HR. Al-Bukhari dari Muawiyah)

google search

Jumat, Oktober 31, 2008

HIKMAH A'RABIYAH


Hikmah adalah kata-kata bijak yang mengajak kepada keluhuran dan memperingatkan dari kerendahan, sebagai hasil dari pengalaman hidup yang panjang. Seorang hakim (ahli hikmah) adalah orang yang kenyang makan asam garam kehidupan, karena itu dari mulutnya tersebar kata-kata bijak yang bermanfaat. “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki dan barangsiapa dianugerahi hikmah maka dia telah diberi karunia yang banyak.”(Al-Baqarah: 269).

A’rabiyah adalah nisbat kepada A’rab, orang Arab pedalaman atau badui, jadi hikmah a’rabiyah adalah hikmah yang keluar dari mulut orang-orang Arab pedalaman.

Seorang a’rabi ditanya, “Mengapa Anda tidak minum nabidz (sejenis minuman memabukkan)?” Dia menjawab, “Karena tiga alasan, menghabiskan harta, merusak akal dan menjatuhkan harga diri.”

Seorang a’rabi berkata kepada saudaranya, “Saudaraku, jika hartamu bukan milikmu maka kamu miliknya, jika kamu tidak menghabiskannya maka ia menghabiskanmu, oleh karena itu makanlah ia sebelum ia memakanmu.”

Seorang a’rabi berkata kepada anaknya, “Anakku, janganlah kamu menjadi kepala dan ekor, jika kamu menjadi kepala maka bersiap-siaplah untuk ditanduk, jika kamu menjadi ekor maka bersiap-siaplah untuk dinikah.”

Seorang a’rabi berkata, “Jangan meminta kepada yang berlari jika kamu meminta kepadanya, -yakni manusia- akan tetapi memintalah kepada yang memerintahkanmu agar meminta kepadanya.” Yakni Allah.

Seorang a’rabi berkata, “Zuhud pada dunia adalah kunci keinginan kepada akhirat dan zuhud pada akhirat adalah kunci keinginan pada dunia.”

Seorang a’rabi berkata, “Jika kamu menghadapi dua perkara yang membingungkan maka lihatlah mana yang paling dekat dengan hawa nafsumu, karena biasanya kesalahan terjadi karena mengikuti hawa nafsu.”

Seorang a’rabi berkata, “Hawa nafsu, awalnya lezat dan akhirnya azab.”

Seorang a’rabi ditanya, “Siapa yang paling berhak dikasihani?” Dia menjawab, “Orang mulia dikuasai oleh orang rendah dan orang berilmu dikuasai oleh orang bodoh.”

Dari Adab al-A’Rabb, Abdul Aziz al-Uqail.

(Izzudin Karimi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MUDAH-MUDAHAN SEMUANYA BERMANFAAT...