Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang Allah SWT menghendaki kebaikan (Surga) baginya, niscaya ia dibuat pandai dalam ilmu agama." (HR. Al-Bukhari dari Muawiyah)

google search

Jumat, Oktober 31, 2008

Sedekah Salah Alamat


Apabila seorang hamba menjalankan perintah Allah dengan sungguh-sungguh maka tidak ada dosa atasnya jika dia salah dalam apa yang dilakukannya tanpa kesengajaan. Allah tidak mengurangi pahalanya dan tidak menyia-nyiakan balasannya. Di dalam hadits ini Rasulullah saw menyampaikan kepada kita tentang seorang laki-laki yang bertekad untuk bersedekah secara diam-diam. Dia bersedekah selama tiga malam. Kali pertama sedekahnya jatuh di tangan pencuri, kali kedua di tangan wanita pezina dan di tangan orang kaya pada kali ketiga. Hal itu membuatnya sedih dan gelisah. Maka dalam mimpi dia didatangi dan dikatakan kepadanya bahwa sedekahnya telah diterima dan dijelaskan kepadanya bahwa sedekah kepada mereka yang tidak berhak menerimanya mengandung pelajaran dan faidah.

Nash Hadits

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, "Seorang laki-laki berkata, 'Sungguh aku akan bersedekah'. Lalu dia pergi membawa sedekahnya, lalu dia meletakkannya di tangan pencuri. Di pagi hari orang-orang membicarakannya, 'Seorang pencuri diberi sedekah'.

Dia berkata, 'Ya Allah bagiMu segala puji. Sungguh aku akan bersedekah'. Lalu dia pergi membawa sedekahnya dan meletakkannya di tangan wanita pezina. Di pagi hari orang-orang membicarakan, 'Malam ini seorang pezina diberi sedekah'. Dia berkata, 'Ya Allah bagiMu segala puji. Sedekahku jatuh di tangan wanita pezina. Sungguh aku akan bersedekah'.

Lalu dia pergi membawa sedekahnya dan dia meletakkannya di tangan orang kaya. Di pagi hari orang-orang membicarakannya, 'Seorang kaya diberi sedekah'. Dia berkata, 'Ya Allah bagiMu segala puji. Kepada pencuri, wanita pezina dan orang kaya'. Lalu dia didatangi dalam mimpi, dan dikatakan kepadanya, 'Adapun sedekahmu kepada pencuri, semoga itu membuatnya insyaf dari mencuri. Adapun wanita pezina, semoga itu membuatnya sadar dari zinanya. Adapun orang kaya maka semoga dia mengambil pelajaran, dan dia berinfak dari apa yang Allah berikan kepadanya'."

Penjelasan Hadits

Dalam setiap generasi dan masa di mana di situ terdapat Islam, terdapat orang baik yang rindu berbuat kebaikan. Mereka melakukan ketaatan dengan ikhlas dan sukarela. Mereka tidak menuntut balasan dan rasa syukur dari manusia.

Rasulullah saw menceritakan seorang laki-laki yang ingin bersedekah secara diam-diam, yang tahu hanyalah Dzat Yang Maha mengetahui perkara ghaib. Sedekah secara rahasia memadamkan kemarahan Rabb. Dan sedekah rahasia lebih baik daripada sedekah secara terbuka, karena ia sebagai bukti keikhlasan pelakunya.

Di tengah malam dia keluar mencari orang yang menerima sedekahnya. Dia bertemu dengan seorang laki-laki yang dia kira orang miskin, dia memberikan harta yang ingin dia sedekahkan kepadanya, padahal laki-laki itu adalah seorang maling. Di pagi hari di pasar dan perkumpulan orang-orang membicarakan pelaku sedekah yang memberikan hartanya di tangan pencuri.

Pencuri itu menyampaikan apa yang terjadi padanya. Berita seperti ini di masyarakat beredar dengan sangat cepat. Berita itu didengar oleh pelaku dari orang-orang yang membicarakannya sementara mereka tidak mengetahui pelakunya. Dia bersedih dan gelisah. Kesedihannya dan kegelisahannya dia ungkapkan dengan ucapannya, "Ya Alla bagiMu segala puji, kepada pencuri."

Dia bertekad mengulanginya di malam berikutnya karena dia mengira bahwa sedekahnya telah hilang seperti debu ditiup angin. Ia tidak tepat sasaran. Setelah malam menutupi dengan kegelapannya dia keluar dengan sedekahnya. Dia memberikannya kepada seorang wanita yang dia kira miskin ternyata dia adalah wanita pezina. Wanita ini bercerita seperti pencuri bercerita. Beritanya menyebar luas. Pelakunya mendengar itu. Kesedihan dan kegelisahannya bertumpuk, dia mengulangi ucapannya yang kemarin, "Ya Allah bagiMu segala puji, kepada wanita pezina."

Demi mencari pahala dia bertekad bersedekah untuk kali ketiga. Pada malam ketiga sedekahnya jatuh di tangan orang kaya. Pembaca bisa membayangkan kesedihan laki-laki ini yang selalu keliru dalam urusan yang diinginkannya sebanyak tiga kali. Pembaca bisa merasakan bagaimana kira-kira keadaannya pada waktu dia mengadu kepada Tuhannya dengan penuh kepedihan, "Ya Allah bagiMu segala puji. Kepada pencuri, pezina dan orang kaya."

Laki-laki ini tidak mengetahui bahwa Allah menulis pahalanya. Orang yang menginfakkan hartanya demi mencari pahala Allah, Allah akan memberinya pahala walaupun si penerima tidak berhak untuk menerima.

Di dalam mipinya dia didatangi oleh seseorang dengan membawa kabar gembira bahwa Allah menerima sedekahnya dan membalasnya dengan pahala. Dia diberitahu hikmah besar di balik sedekah kepada tiga orang tersebut. Semoga pencuri itu menyadari kesalahannya lalu dia tidak mencuri. Semoga wanita pezina itu menjaga dirinya dari zina dengan harta itu dan semoga si kaya ini terdorong untuk berinfak meneladani laki-laki ini yang bersedekah di kegelapan malam agar tidak diketahui oleh orang lain demi mencari pahala dari Tuhan manusia.

Dalam hadits-hadits disebutkan bahwa sedekah diterima walaupun ia jatuh ke tangan orang yang tidak diinginkan oleh pelaku sedekah. Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya bahwa Yazid bin Akhnas memberikan dinar-dinarnya kepada seseorang di masjid, dia mempercayakan pembagiannya kepada yang berhak menerima, lalu anaknya Ma’an bin Yazid datang dan mengambilnya sementara dia tidak mengetahui bahwa sumbernya adalah bapaknya, dia membawanya kepada bapaknya, tentu saja bapaknya menolak menerima, dia berkata, "Demi Allah kamu tidak aku inginkan." Maka anaknya mengadu kepada Rasulullah. Maka Rasulullah memberikan fatwa dan keputusannya, "Bagimu apa yang kamu niatkan wahai Yazid dan bagimu apa yang kamu ambil wahai Ma’an."

Pelajaran dari Hadits

1. Pada umat terdahulu terdapat orang-orang shalih yang berbuat kebaikan dan gemar bersedekah. Mereka keluar di kegelapan malam mencari para fakir miskin dan orang-orang yang memerlukan.
2. Luasnya rahmat Allah dalam menerima sedekah walaupun ia jatuh ke tangan orang yang tidak berhak menerima.
3. Kadangkala perbuatan seseorang menorehkan bekas yang baik di mana sebenarnya dia tidak menginginkannya dan Allah memberinya pahala karenanya. Perbuatan laki-laki ini bisa jadi berguna bagi pencuri, pezina dan orang kaya dalam bentuk seperti yang disebutkan dalam hadits.
4. Keutamaan menerima qadha' dan takdir Allah, manakala Allah mentakdirkan sedekahnya salah alamat, tidak sampai di tangan fakir miskin laki-laki menerima keputusan Allah dengan rela maka Allah memberinya balasan kebaikan.
5. Mimpi yang benar termasuk mubassyirat (berita gembira), ia adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian. Termasuk dalam hal ini adalah mimpi laki-laki ini di mana dia diberi berita gembira oleh Tuhannya dengan diterimanya sedekahnya dan dijelaskan kepadanya sesuatu perkara yang tidak dikenal dan diketahuinya. (Dari Shahih al-Qashash an-Nabawi, Dr.Umar al-Asyqar).
(Izzudin Karimi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MUDAH-MUDAHAN SEMUANYA BERMANFAAT...