Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang Allah SWT menghendaki kebaikan (Surga) baginya, niscaya ia dibuat pandai dalam ilmu agama." (HR. Al-Bukhari dari Muawiyah)

google search

Selasa, Oktober 28, 2008

Kepribadian Pemuda Da’i

Seorang pemuda Islam ketika menyongsong kehidupan masa depan dihadapkan oleh satu kenyataan bahwa sesungguhnya, ditangannya tergenggam berbagai tugas berat. Artinya, ia adalah pengemban risalah Islam. Beban ini merupakan amanah yang amat mulia dan inti dari seluruh tujuan dan cita-cita hidupnya.

Oleh karena itu, untuk menunjang potensi seorang pemuda, ia harus memiliki dasar-dasar kepribadian yang kuat. Secara eksplisit dasar-dasar kepribadian tersebut dapat diterangkan sebagai berikut:

Pertama, mengetahui, menyadari, dan mencanangkan hakekat tujuan hidup. Ia hanya bisa berdakwah bila telah memahami orientasi kehidupannya secara baik. Tanpa hal itu segala apa yang akan dilakukannya akan berjalan tanpa arah tujuan yang jelas.

Walau bagaimanapun, tujuan hidup itu merupakan motivator utama bagi hidupnya ruh dan jiwa. Segalanya ditujukan hanya untuk Allah. Karena itulah, seorang mujahid rela mengorbankan apa saja yang ia miliki hanya untuk Dia. Dia-lah Yang Maha Menentukan awal dan akhir seluruh proses kehidupan.

Kedua, seorang yang akan terjun ke medan dakwah harus mempelajari kondisi dunia yang sedang terjadi. Ia harus menyadari berbagai ancaman dan tipu daya yang sedang diarahkan dan dilancarkan. Dengan demikian, ia akan bersemangat dan berambisi untuk membebaskan dunia ini dari cengkeraman berbagai kezhaliman, khususnya negara-negara Islam.

Ketiga, seorang da’i akan menghadapi berbagai tantangan dan problematika yang senantiasa menghadangnya. Ia pun akan menghadapi banyak kesulitan, baik itu dalam bentuk terror, intimidasi, pemboikotan, dan sebagainya. Oleh karena itu, pemuda da’i harus memiliki jiwa dan mental yang tangguh. Sebagai harapan bangsa dan agama, ia pun berkewajiban untuk menjaga dan membentengi diri dari berbagai serangan musuh yang dapat melemahkan semangat jihad. Putus asa bukanlah sikap yang dapat menghantarkan seoarng pemuda sebagai da’i yang tangguh.

Keempat, acuan yang paling tepat untuk para pemuda da’i adalah teladan para sahabat dan para tokoh utama sejarah Islam. Mereka adalah pelaku-pelaku dakwah yang kokoh, kuat, tangguh, cerdik, dan berakhlak mulia. Dari merekalah kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga.

Kelima, satu hal yang menjadi pendorong utama bagi seorang da’i adalah mengetahui keutamaan tugas suci ini, yakni tugas untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran di dalam dada umat manusia dan menyadarkan mereka akan hakekat kehidupan ini sebenarnya.

Mereka harus memiliki keahlian berinteraksi secara persuasif sehingga mampu mempengaruhi orang lain untuk bersikap dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Tak kalah penting juga apabila ia memiliki haibah (wibawa) yang terpancar melalui kemuliaan kepribadiannya sebagai seorang figur da’i yang tangguh. Dengan demikian dakwahnya pun tidak hanya dapat menarik simpati dari banyak massa, tetapi lebih dari itu akan menjadi pelita hidayah sepanjang masa.

Keenam, memperdalam keyakinan qadha dan qadar yang merupakan bagian dari akidah Islam. Dengan memperdalam akidah tentang qadha dan qadar, akan membuat dirinya selalu merasa optimis. Ia pun tidak akan pernah takut menghadapi segala macam rintangan karena sepanjang perjalanan dakwah ia selalu berpijak pada dasar taqwa dan tawakal.


Sumber: Figur Pemuda Islam karya Hasan al Banna

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MUDAH-MUDAHAN SEMUANYA BERMANFAAT...