Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang Allah SWT menghendaki kebaikan (Surga) baginya, niscaya ia dibuat pandai dalam ilmu agama." (HR. Al-Bukhari dari Muawiyah)

google search

Sabtu, November 15, 2008

6000 Ulama Se-INDIA Akan Teken Memo Tolak Samakan ‘Jihad’ Dengan ‘Teroris’!!

Kota Haedar Abad mempersiapkan diri untuk menyambut 6000 ulama Islam se-INDIA besok, 8 November 2008 untuk mengeluarkan fatwa yang berisi kecaman terhadap propaganda media yang merusak citra Islam dan menjadikan kata “Teroris” sebagai sinonim kata “Jihad.”

Surat kabar “The Telegraph” yang terbit di INDIA melaporkan, fatwa tersebut dianggap sebagai yang terbesar bila dilihat dari sisi jumlah ulama yang akan menandatanganinya. Pertemuan itu akan dikoordinir oleh Jam’iyat Ulama INDIA (JUI), salah satu lembaga Islam terbesar di negeri itu. Surat kabar itu juga menyiratkan, fatwa seurpa juga pernah dikeluarkan JUI dan Darul Ulum, Debond pada tanggal 31 Mei lalu yang merupakan fatwa pertama dikeluarkan di INDIA.

Seperti yang dilansirnya dari ketua JUI, Maulana Mahmud Madani, surat kabar itu mengutip perkataannya, “Fatwa pertama yang pertama hanya ditandatangani oleh 3 orang ulama saja, sedangkan fatwa baru ini nanti akan ditandatangani oleh 6000 Mufti. Ini artinya, pengaruh fatwa tersebut tentu akan lebih kuat dan mendalam.”

Fatwa ini dikeluarkan seiring dengan terjadinya serangkaian penangkapan terhadap para pemuda Muslim INDIA pasca peledakan yang terjadi di negeri Taj Mahal itu baru-baru ini.

Ketika ditanya seputar tujuan mengumpulkan sedemikian banyak ulama tersebut, Madani menjelaskan, “Kami ingin menghilangkan kerancuan yang ada di pikiran kaum Muslimin dan non Muslim di seluruh dunia. Ini adalah bentuk pesan yang ingin kami sampaikan.” Ia menambahkan, “Sangat gampang menyulut api kebencian, akan tetapi untuk memadamkan percikannya memerlukan waktu bertahun-tahun.”

Dalam pada itu juga, JUI merencanakan peresmian posko konsultasi di setiap distrik di mana pemuda Muslim dapat menjadi tempat perlindungannya dari ledakan propaganda keji yang terkadang menjadikan mereka sebagai mengsa yang begitu mudah disantap.

Diperkirakan pula, pertemua itu akan mengeluarkan statement umum terkait dengan sejumlah masalah lain yang menyentuh kepentingan umat Islam dan kebebasan mereka di negeri itu. (ismo/AS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MUDAH-MUDAHAN SEMUANYA BERMANFAAT...